Yohana menuturkan bahwa, pemberian gawai pada anak bukanlah tanpa dampak. Menurutnya, pemberian gawai seperti dua mata uang, ada positif dan negatifnya.
“Gawai memang bisa memberikan kemudahan, informasi dan hiburan. Tapi, gawai juga memiliki efek negatif, khususnya bila tak dibatasi waktu penggunaannya,” papar Yohana.
Beberapa dampak negatif yang bisa muncul dari gawai, menurut Yohana, adalah risiko gangguan kesehatan fisik. Anak juga dikatakannya bisa terlambat bicara, kurangnya atensi dan konsentransi.
Ia menyarankan orang tua untuk cerdas memilih bentuk permainan yang cocok bagi anak. Permainan hendaknya mempertimbangkan umur dan kebutuhan anak juga.
“Permainan yang tepat dapat berguna untuk mendorong kreativitas anak. Kreativitas berguna sebagai salah satu modal kesuksesan seseorang di masa depan,” terangnya.










