Ia mengajak masyarakat menjadikan shalat istisqa sebagai momentum untuk memperbanyak istighfar, memohon ampun, memperbaiki amal, serta memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT.
“Salat istisqa yang kita laksanakan hari ini bukan semata-mata tentang memohon turunnya hujan. Ini adalah momen bagi kita untuk menundukkan hati, kita perbanyak istighfar dan kita mohon ampun atas segala kekhilafan,” ujarnya.
Pelaksanaan salat istiska di Lapangan Korpri dipimpin Ustaz Haji Arimbi Kusairi, S.Ag., M.Pd. sebagai imam. Sementara itu, khotbah disampaikan Doktor Kiai Haji Mahmudin Bunyamin, Lc., M.A., dan doa dipimpin Ustaz Kiai Haji Arif Suleh, Lc., M.A.
Selain jajaran Pemerintah Provinsi Lampung, kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulansari Mirza, Sekretaris Daerah Lampung Marindo Kurniawan, Kapolda Lampung Irjen Helvi Asegaf, Kepala BIN Daerah Lampung Suryono, serta unsur TNI, kejaksaan, Kementerian Agama, Baznas, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Terkait kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau, Gubernur Mirza mengatakan laporan terakhir menunjukkan kondisi mulai membaik, angin tidak lagi terlalu kuat dan sebaran debu vulkanik dari erupsi juga mulai berkurang.
“Erupsi terakhir dilaporkan kemarin. Angin dilaporkan juga tidak terlalu kuat lagi, dan debu juga sudah tidak terlalu banyak lagi, debu dari erupsi Krakatau,” tutur Gubernur.
Pemerintah Provinsi Lampung juga melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada Kamis untuk membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan. Gubernur berharap pelaksanaan OMC dapat membantu kondisi cuaca dan lingkungan udara, khususnya di wilayah Bandar Lampung.
“OMC. Hari ini OMC. Mudah-mudahan hari ini ada di Bandar Lampung OMC-nya,” ujarnya.
Di sisi lain, kegiatan belajar mengajar di sekolah akan kembali normal mulai Jumat (11/9/2026). Gubernur mengatakan, kebijakan tersebut mengikuti keputusan terakhir Pemprov Lampung yang memperpanjang pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama dua hari akibat kondisi yang sebelumnya terjadi.
“Jumat masuk langsung shalat istisqa di sekolah masing-masing,” kata Gubernur.
Pemprov Lampung berharap rangkaian ikhtiar melalui mitigasi, OMC, doa bersama, dan shalat istisqa dapat membantu masyarakat melewati kondisi kekeringan dan dampak erupsi GAK.
Turunnya hujan diharapkan dapat mengurangi dampak kekeringan, memperbaiki ketersediaan air, membantu lahan pertanian, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan aktivitas masyarakat Lampung. (Rls/SA)











