5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bandar Lampung tengah merumuskan skema strategis untuk menjaga stabilitas Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perikanan. Langkah ini diambil guna memastikan target daerah tercapai tanpa harus memberikan beban tambahan bagi para nelayan lokal.
Kepala DKP Kota Bandar Lampung, Ricardo BNW, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan tinjauan lapangan (blusukan) untuk memetakan akar permasalahan terkait maraknya praktik jual-beli ikan di tengah laut yang melompati mekanisme Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Faktor Ekonomi Jadi Pemicu Utama
Berdasarkan temuan di lapangan, Ricardo menjelaskan bahwa fenomena nelayan yang menjual hasil tangkapan langsung di laut mayoritas dipicu oleh tekanan ekonomi yang mendesak.
“Setelah kami turun, kami tahu penyebabnya adalah faktor ekonomi. Banyak nelayan terdesak kebutuhan keluarga dan hutang. Fokus kami bagaimana nelayan tetap bisa melaut dengan tenang, tapi PAD juga tetap stabil seperti tahun sebelumnya,” ujar Ricardo, Jumat (27/2/2026).
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin bersikap represif atau hanya sekadar melakukan penindakan. Sebaliknya, DKP sedang menyusun pola penataan baru yang diharapkan menjadi solusi win-win bagi pemerintah daerah dan komunitas nelayan.
Optimalisasi TPI dan Jaminan Solar Subsidi
Selain membenahi manajemen retribusi di TPI, Pemkot Bandar Lampung juga memberikan perhatian khusus pada akses energi bagi nelayan. Ricardo memastikan bahwa pasokan solar subsidi akan tetap terjaga untuk mendukung operasional melaut.
“Solar subsidi insyaallah aman. Ini komitmen kami agar aktivitas melaut tidak terhambat,” tegas Ricardo.
Dengan adanya perbaikan manajemen TPI dan jaminan dukungan sarana prasarana, Pemerintah Kota Bandar Lampung optimistis sektor perikanan akan terus menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Transformasi ini diharapkan tidak hanya mengamankan angka PAD secara berkelanjutan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan nelayan di pesisir Bandar Lampung melalui ekosistem perdagangan ikan yang lebih tertata dan adil.





