Dalam kesempatan yang berbeda, Wakil Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Dja’far Shodiq mengatakan keberadaan JTTS membawa dampak yang luar biasa dalam membantu perkembangan, kemajuan dan daya saing dari Provinsi Sumatra Selatan khususnya Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
“Sebelum adanya JTTS, kami sangat bergantung pada jalan nasional dengan lalu lintas yang padat sehingga waktu pengiriman dan distribusi barang menjadi lebih panjang, hal tersebut cukup menjadi kendala serius pada pengembangan ekonomi yang ada di Kabupaten OKI, apalagi banyak produk pertanian di Kabupaten OKI juga bergantung pada waktu pengiriman produk ke pedagang,” tutur Dja’far.
Ia melanjutkan bahwa pemerintah Kabupaten OKI akan terus mendukung percepatan penyelesaian JTTS karena manfaat yang dibawa benar-benar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami berharap Hutama Karya dapat terus membangun dan mengembangkan infrastruktur Pulau Sumatra dan terus meningkatkan pelayanan, fasilitas, & kualitas jalan tol yang dikelola,” imbuh Dja’far.
Dalam meningkatkan pelayanan dan fasilitas di jalan tol, Hutama Karya secara rutin melakukan pemeliharaan dimana saat ini tengah dilakukan pekerjaan pemeliharaan di Jembatan Sodong di KM 252+500 hingga KM 254+200 dan Jembatan Tendongram di KM KM 248+500 hingga KM 249+600 dengan menggunakan sistem Pile Slab.
“Kami menghimbau para pengguna jalan untuk berhati-hati pada saat melintas di daerah yang sedang dilakukan pemeliharaan karena diberlakukan traffic management Contraflow atau arus berlawanan yang semula dari jalur A yaitu arah Terbanggi Besar ke Palembang dipindahkan ke jalur B menjadi arah Palembang ke Terbanggi Besar,” tutup Koentjoro, Direktur Operasi III Hutama Karya.











