4. Hari Arafah adalah Penggenap atau Pengganjil
Dalam Surah Al-Fajr ayat 3, Allah SWT berfirman, yakni “Dan (demi) yang genap dan yang ganjil”. Ahli tafsir memiliki perbedaan pendapat mengenai maksud dari ‘yang genap’ dan ‘yang ganjil’.
Menurut Ibnu Rajab Al Hambali, asy syaf’u atau penggenap adalah hari Arafah sedangkan al watr atau ganjil adalah Idul Adha. Sementara itu, Ibnu Jauzi dalam Zaadul Masiir menukil pendapat yang berkata sebaliknya, yaitu hari Arafah adalah asy syaf’u dan Idul Adha adalah al watr.
5. Hari Disempurnakannya Agama dan Nikmat
Umar bin Khottob RA mengatakan bahwa ada seorang Yahudi yang berkata kepadanya, “Ada ayat dalam kitab kalian yang kalian membacanya dan seandainya ayat tersebut turun di tengah-tengah orang Yahudi, tentu kami akan menjadikannya sebagai hari perayaan (hari Id)”.
“Ayat apakah itu?” tanya Umar. Ia berkata, “(Ayat yang artinya): Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”.
‘Umar berkata, “Kami sudah mengetahui hal itu, yakni hari dan tempat di mana ayat tersebut diturunkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau berdiri di Arafah pada hari Jumat”, (HR. Bukhari No. 45 dan Muslim No. 3017)
Keistimewaan hari Arafah memang sudah sepatutnya diketahui umat muslim agar senantiasa mendapatkan keberkahan. Agar ibadah semakin sempurna, pastikan juga untuk melakukan berbagai amalan sunnah lain.











