“Contoh kita bisa menggunakan data kependudukan berdasarkan rekening listrik, seperti no rekening listrik itu,” sambungnya.
Lanjut Ilham mengatakan bahwa tentunya hal tersebut sangat mumpuni untuk dilakukan kajian dan penelaahan dan juga membangun sistemnya.
“Karena yang paling penting bagaimana kita membangun sistem yang modern, dan ini tidak sulit kita tidak perlu lagi merancangnya dari nol,” paparnya.
Ia mengatakan bahwa karena di negara-negara maju itu sudah menerapkannya sehingga tinggal meniru dan memodifikasi sesuai kebutuhan dan ketersediaan data yang dimiliki.
Oleh karenanya keterlibatan sistem data kependudukan itu penting yang bisa masuk ke rumah-rumah. Jadi bukan lagi berapa KTP yang dimiliki kota.
“Dengan melibatkan perguruan tinggi Seperti UBL untuk menindak lanjuti data kependudukan ini, dan dinas terkait,” pungkasnya. (SA)





