Batin Wulan juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat terhadap produk unggulan daerah, khususnya produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Lampung.
“Mudah-mudahan komoditas kita dari Lampung bisa menembus pasar global. Tentunya, hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani singkong dan nelayan, sehingga perekonomian masyarakat Lampung semakin baik. Ayo, kita dukung UMKM Lampung dengan menggunakan produk-produk unggulan daerah,” ajaknya.
Selain mendorong promosi produk lokal, Batin Wulan menyoroti potensi tepung mocaf sebagai bahan pangan alternatif berbasis singkong dan ikan cobia sebagai sumber protein. Pemanfaatan kedua komoditas tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi kuliner yang memiliki daya saing sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung keikutsertaan produk unggulan Lampung dalam kegiatan tersebut, termasuk Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Perikanan yang berkontribusi dalam penyediaan produk untuk kompetisi.
Batin Wulan berharap kolaborasi lintas sektor tersebut dapat terus dikembangkan melalui berbagai inovasi pengolahan pangan berbasis komoditas lokal. Dengan demikian, semakin banyak produk unggulan Lampung yang dikenal luas dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui partisipasi dalam Indonesia International Halal Chef Championship 2026, Pemerintah Provinsi Lampung bersama TP PKK Provinsi Lampung diharapkan dapat terus memperkuat promosi potensi daerah, memperluas peluang pasar bagi produk lokal, serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani, nelayan, dan pelaku UMKM di Provinsi Lampung. (Rls/SA)











