Bandar LampungLampungPemerintahan

Lampung dan Jatim Perkuat Sinergi Dagang dan Investasi Lewat Forum Strategis

×

Lampung dan Jatim Perkuat Sinergi Dagang dan Investasi Lewat Forum Strategis

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal sepakat untuk memperkuat koneksi logistik antara kedua daerah || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal sepakat untuk memperkuat koneksi logistik antara kedua daerah || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

Forum investasi kali ini diikuti oleh 153 pelaku usaha, terdiri dari 100 pelaku usaha asal Lampung dan 53 dari Jawa Timur.

Dalam acara tersebut, dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara lima OPD, satu BUMD (Bank Jatim dan Bank Lampung), serta empat asosiasi komoditas strategis.

Sektor-sektor yang menjadi fokus kerja sama antara lain pertanian, kelautan dan perikanan, perkebunan, jasa industri kreatif, dan bahan baku industri.

Salah satu kesepakatan strategis adalah rencana pembangunan pabrik gula merah di Lampung oleh investor asal Kediri, Jawa Timur, yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2026.

Kedua Gubernur sepakat untuk memperkuat koneksi logistik antara Lampung dan Jawa Timur, mengingat peran penting Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebagai jalur tol laut nasional.

Sejumlah produk seperti kopi, pisang, dan tapioka dari Lampung selama ini telah menjadi komoditas favorit pelaku usaha di Jawa Timur.

“Kami tidak hanya ingin membangun transaksi jangka pendek, tetapi kontinuitas bisnis antarwilayah agar memberi nilai tambah yang maksimal,” tegas Khofifah.

Gubernur Khofifah juga menyoroti keunggulan teknologi pengolahan arang kelapa cair di Lampung yang dinilai paling maju di Indonesia dan telah menarik minat eksportir dari Hong Kong.

Kedua gubernur berkomitmen untuk saling mengunjungi dan mengembangkan kerja sama jangka panjang, termasuk pertukaran pelajar, program pendidikan vokasi, penguatan SDM, serta kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah. (Rls/SA)