5W1HINDONESIA.ID, KESEHATAN – Masalah tiroid pada wanita sudah menempati posisi tertinggi dan biasanya terjadi tanpa disadari. Ya, wanita memang berisiko lebih besar mengalami gangguan tiroid dibandingkan pria, terutama setelah kehamilan dan menopause.
Perlu diketahui, tiroid memiliki peranan penting dalam tubuh sehingga jika tidak dapat bekerja dengan baik, maka bisa menyebabkan masalah. Nah, untuk mengetahui masalah tiroid lebih lanjut, simak ulasan selengkapnya berikut.
Apa Itu Masalah Tiroid Pada Wanita?
Dilansir dari Cleveland Clinic, masalah tiroid terjadi ketika tubuh tidak dapat menghasilkan hormon tiroid dengan tepat. Biasanya jumlah hormon tiroid bisa terlalu banyak (hipertiroid) atau terlalu sedikit (hipotiroid) pada seorang wanita.
Ada berbagai gejala yang bisa dialami ketika memiliki penyakit tiroid. Sayangnya, gejala tiroid pada wanita seringkali sangat mirip dengan tanda kondisi medis lain. Karena itu, beberapa orang akan mengalami kesulitan untuk mengetahui apakah gejala yang dialami terkait dengan tiroid atau tidak.
Sebagian besar gejala tiroid dibagi menjadi dua kelompok, yakni hipertiroidisme dan hipotiroidisme. Gejala hipertiroidisme, di antaranya mengalami kecemasan, sulit tidur, kehilangan berat badan, tremor atau lemah otot, sensitif terhadap panas, dan adanya masalah pada penglihatan.
Sementara gejala hipotiroidisme adalah merasa lelah, berat badan bertambah, menstruasi yang sering dan berat, rambut kering, suara serak, dan mengalami intoleransi terhadap suhu dingin. Gejala masalah tiroid bisa diperparah
Dampak Tiroid Terhadap Kesehatan Tubuh
Tiroid merupakan kelenjar yang terletak di bagian depan dan bawah leher dengan bentuk menyerupai kupu-kupu. Fungsi tiroid pun sangat penting, yakni mengatur banyaknya sel jaringan dan organ tubuh. Apabila hormon tiroid memiliki jumlah normal, maka dapat membantu memaksimalkan perkembangan tubuh serta otak.





