5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – Menjelang masa Angkutan Lebaran (Angleb), Pelabuhan Panjang di Lampung resmi disiapkan sebagai pelabuhan alternatif guna mengantisipasi lonjakan penumpang di lintas penyeberangan utama Merak–Bakauheni.
Koordinasi Lintas Sektoral
Persiapan ini didasarkan pada hasil rapat koordinasi antara Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Laut, dan Udara, bersama Bina Marga serta Kakorlantas Polri. Fokus utama koordinasi tersebut adalah memetakan simpul-simpul kepadatan selama masa mudik.
“Jika terjadi lonjakan di Pelabuhan Merak, secara otomatis akan berdampak pada Bakauheni. Oleh karena itu, Pelabuhan Panjang ditunjuk sebagai alternatif. Statusnya bukan sebagai pelabuhan tujuan utama, melainkan solusi cadangan apabila daya tampung pelabuhan utama tidak lagi mencukupi,” ujar Hardiyanto selaku General Manager PT. Pelindo II Lampung pada, Kamis (12/3/2026).
Penunjukan ini juga telah diperkuat secara legal melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) yang menetapkan Lampung sebagai titik krusial dalam manajemen arus mudik tahun ini.
Kesiapan Infrastruktur dan Pelayanan
Terkait kesiapan di lapangan, pihak otoritas pelabuhan menyatakan telah melakukan langkah-langkah strategis dengan memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk KSOP, untuk memastikan standar pelayanan penumpang terpenuhi.
Selain itu, apel kesiapsiagaan dan pembentukan posko Angkutan Lebaran untuk memantau situasi secara real-time sudah dilakukan untuk memberikan pelayanan prima kepada pemudik.
Pengaturan alur penumpang (traffic flow) telah disusun sedemikian rupa agar arus keberangkatan dan kedatangan tidak saling berbenturan.
“Prinsipnya, kami siap melayani. Jika sewaktu-waktu arus dialihkan ke Pelabuhan Panjang, seluruh sistem dan personel sudah dalam posisi siaga,” pungkasnya.








