Riski mengungkapkan berkat kontribusinya dalam bidang keamanan siber melalui program bug bounty dengan menemukan sejumlah celah keamanan (bug), Ia mendapatkan undangan untuk menghadiri Black Hat USA 2026.
Konferensi ini merupakan salah satu ajang internasional paling bergengsi yang mempertemukan para praktisi, peneliti, dan pakar keamanan siber dari berbagai negara.
Ayah Riski, A. Saidi menerangkan bahwa undangan tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga. Namun, keterbatasan biaya menjadi kendala sehingga mereka berupaya mencari dukungan dari berbagai pihak.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Lampung untuk membantu agar Riski dapat menghadiri konferensi internasional tersebut.
“Insya Allah nanti kita bantu,” tegas Gubernur.
Gubernur berharap dukungan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi generasi muda Lampung untuk terus mengembangkan kompetensi di bidang teknologi informasi, kecerdasan buatan, dan keamanan siber sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (Rls/SA)











