5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung terus mematangkan persiapan pelaksanaan Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Lampung Tahun 2026 pada rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Teknis yang dipimpin Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung, Achmad Saefulloh, di Aula Bhinneka Tunggal Ika Kantor Kesbangpol Provinsi Lampung, Kamis (30/7/2026).
Rapat diikuti unsur TNI, Polri, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), perangkat daerah terkait, Dinas Kesehatan, Biro Umum, Satpol PP, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Lampung, serta perwakilan kabupaten/kota.
Dalam arahannya, Achmad Saefulloh menegaskan bahwa seluruh persiapan harus dilakukan secara matang agar pelaksanaan Pusdiklat dan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI berjalan tertib, aman, dan khidmat.
Ia meminta seluruh pihak memperkuat koordinasi, mulai dari penyediaan sarana dan prasarana, pengamanan, pelayanan kesehatan, dokumentasi, hingga kebutuhan teknis pelatihan.
Menurutnya, Paskibraka bukan sekadar pelaksana upacara kenegaraan, melainkan simbol semangat nasionalisme dan penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan bangsa.
“Jangan melihat kegiatan ini hanya sebagai sebuah upacara. Di balik setiap prosesi pengibaran bendera terdapat nilai perjuangan, pengorbanan, disiplin, dan kecintaan kepada bangsa yang harus terus diwariskan kepada generasi muda,” tegasnya.
Ia juga meminta agar pengelolaan perlengkapan Paskibraka dilakukan sesuai ketentuan administrasi barang milik daerah. Seluruh perlengkapan yang menjadi aset pemerintah tetap harus dijaga dengan baik melalui mekanisme peminjaman sehingga dapat dimanfaatkan kembali pada pelaksanaan kegiatan berikutnya.
Pada aspek pelatihan, Achmad mengingatkan para pelatih untuk memaksimalkan waktu pembinaan mengingat masa pemusatan latihan tahun ini lebih singkat dibanding tahun sebelumnya.
Karena itu, strategi latihan harus disusun secara efektif tanpa mengurangi kualitas pembentukan karakter, disiplin, maupun kemampuan teknis para anggota Paskibraka.
Ia juga meminta agar kondisi kesehatan peserta menjadi perhatian utama. Mengingat cuaca yang cenderung panas dan berpotensi memengaruhi stamina peserta, pola latihan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Pada beberapa hari pertama, sebagian materi pembinaan akan dilaksanakan di dalam ruangan sebelum latihan penuh dilakukan di lapangan terbuka.











