Menurutnya, pekerjaan yang dilakukan juga memberi perhatian pada kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan pertanian. Salah satunya pembangunan gorong-gorong yang dinilai penting untuk mendukung aktivitas petani sekaligus memastikan saluran air di kawasan tersebut tetap berfungsi.
“Di atas itu dibangun gorong-gorong. Jadi bukan hanya jalan-jalan saja, tapi untuk mendukung petani di atas sana, gorong-gorongnya sudah dibuat,” kata Rasmin.
Rasmin berharap seluruh rangkaian pekerjaan dapat berjalan lancar hingga selesai. Menurutnya, pembangunan gorong-gorong sebelum penyelesaian pengecoran jalan juga penting karena struktur jalan yang sudah diperkeras akan menerima beban lebih besar sehingga infrastruktur pendukung perlu disiapkan sejak awal.
Dari sisi pemerintah daerah, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menyampaikan apresiasi atas pembangunan yang dilakukan di wilayahnya.
“Terima kasih Pak Gub atas pembangunan yang sudah dilakukan di Kabupaten Pringsewu,” kata Riyanto setelah mendengar target penyelesaian yang disampaikan gubernur.
Pembangunan ruas Kalirejo-Pringsewu diharapkan tidak hanya memperbaiki kenyamanan perjalanan, tetapi juga meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan mendukung mobilitas masyarakat.
Dengan akses jalan yang lebih baik serta dukungan infrastruktur seperti gorong-gorong, aktivitas warga dan petani di sekitar ruas tersebut diharapkan semakin lancar.
Penyelesaian pekerjaan pada pertengahan Oktober 2026 akan menjadi tahap penting agar masyarakat dapat kembali menggunakan ruas jalan dengan kondisi yang lebih baik tanpa terganggu sistem buka-tutup lalu lintas.
Perbaikan ini sekaligus diharapkan memberi manfaat jangka panjang bagi keselamatan, mobilitas, dan kegiatan ekonomi masyarakat Pringsewu. (Rls/SA)











