Bandar LampungLampungPemerintahan

Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Bersama Dunia Usaha, Dorong Hilirisasi dan Ekonomi Inklusif

×

Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Bersama Dunia Usaha, Dorong Hilirisasi dan Ekonomi Inklusif

Sebarkan artikel ini
Pemprov Lampung melalui Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal didampingi Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah perusahaan atas kontribusi CSR dan SP3D || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung
Pemprov Lampung melalui Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal didampingi Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah perusahaan atas kontribusi CSR dan SP3D || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

Meski demikian, Mirza menilai capaian tersebut masih belum sebanding dengan potensi yang dimiliki Lampung. Salah satu tantangan utama adalah tingginya capital outflow akibat minimnya fasilitas pengolahan dan logistik di tingkat desa.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung meluncurkan program Desaku Maju, yang berfokus pada penciptaan nilai tambah komoditas sejak dari desa. Program ini mencakup penyediaan mesin pengering (dryer) untuk padi, jagung, singkong, kopi, dan kakao.

“Kami ingin komoditas keluar dari desa sudah dalam bentuk kering. Biaya logistik turun, nilai tambah kembali ke petani, dan daya tawar mereka meningkat,” ujar Mirza.

Pemprov Lampung menargetkan kebutuhan sekitar 500 unit dryer hingga beberapa tahun ke depan. Hingga 2026, pemerintah daerah baru mampu menyediakan sekitar 100 unit, menyesuaikan dengan keterbatasan anggaran.

Selain itu, pemerintah juga mengembangkan program pupuk organik cair berbasis desa yang ditargetkan menjangkau 2.500 desa dan mendukung lebih dari satu juta hektare lahan pertanian. Program ini terbukti meningkatkan produktivitas tanaman pada uji coba sebelumnya.

Dalam kesempatan yang sama, Manager PT. Nestlé Indonesia Panjang Factory Jefri Manurun menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran Pemerintah Provinsi Lampung. Ia menegaskan komitmen Nestlé untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah.

Saat ini, Pabrik Panjang memproduksi 19 SKU dari berbagai merek unggulan seperti Milo, Maggi, Nescafé, dan Nestlé Professional. Sejumlah produk, termasuk Maggi dan Milo Cube, diekspor ke luar negeri, menjadikan Pabrik Panjang sebagai salah satu anchor ekspor Nestlé Indonesia.

“Tagline kami adalah ‘Dari Lampung ke Seluruh Dunia’. Kami berkomitmen meningkatkan daya saing industri pangan nasional sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Jefri.

Nestlé juga menjalankan program Nescafé Coffee Plan yang telah menjangkau 12.600 petani kopi di Lampung, meliputi pendampingan budidaya, peningkatan kualitas panen, dan penguatan rantai pasok kopi berkelanjutan.

Pada kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah perusahaan atas kontribusi CSR dan SP3D, antara lain PT. Nestlé Indonesia, PT. Bumi Tapioka Sejahtera, PT.  KAI Divre IV Tanjung Karang, PT. Aman Jaya Perdana, PT. Wahana Mitra Perdana Lampung, PT. PLN, PT. Bukit Asam, PSMI (Pabrik Gula), PT. Mutiara Arta Hotelindo.

Selain itu, PT. Nestlé Indonesia juga menyerahkan beasiswa kepada 12 siswa dari SMA Negeri 17 dan SMP Negeri 30 Bandar Lampung sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan.

Kegiatan coffee morning ditutup dengan dialog terbuka antara pemerintah dan pimpinan dunia usaha, peninjauan fasilitas produksi Pabrik Panjang, serta pelepasan ekspor produk Maggi Magic Sarap sebanyak 10.000 ton ke Filipina oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung. (Rls/SA)