Dalam kesempatan tersebut, Jihan juga memaparkan sejumlah capaian dan tantangan pembangunan Provinsi Lampung. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan I tahun 2026 mencapai 5,58 persen atau menjadi yang tertinggi kedua di Sumatera, sementara inflasi tetap terkendali dan tingkat pengangguran berada di bawah rata-rata nasional.
Namun demikian, masih terdapat pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan, terutama terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM), tingkat kemiskinan, kualitas pendidikan, serta infrastruktur.
“Pertumbuhan ekonomi kita sudah baik, tetapi kualitas SDM masih harus terus ditingkatkan. IPM menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan harus menjadi fokus bersama seluruh perangkat daerah,” katanya.
Jihan juga menjelaskan Program Desaku Maju yang menjadi salah satu program unggulan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam mendorong transformasi ekonomi desa melalui hilirisasi komoditas unggulan, penguatan kelembagaan ekonomi desa, peningkatan kapasitas SDM, hingga pemanfaatan teknologi pertanian modern.
Salah satu subprogram yang tengah dikembangkan adalah penerapan Pupuk Organik Cair (POC) serta penyediaan fasilitas pengering hasil pertanian (bed dryer) di desa-desa sentra produksi.
Menurutnya, program tersebut berpotensi meningkatkan produktivitas pertanian hingga 15–30 persen, memperbaiki kualitas tanah, menekan biaya produksi petani, sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil pertanian melalui hilirisasi di tingkat desa.
“Paradigma pembangunan ke depan bukan lagi sekadar membesarkan anggaran, tetapi membesarkan dampak. Setiap rupiah yang dibelanjakan harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Mengakhiri arahannya, Jihan mengajak seluruh peserta pelatihan untuk menjadi ASN yang profesional, berintegritas, inovatif, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan daerah.
“Jangan jadikan profesi ASN sebagai pekerjaan rutin semata. Jadikan setiap hari kerja sebagai kontribusi nyata untuk kemajuan Lampung dan kesejahteraan masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Kepala BPSDMD Provinsi Lampung Muhammad Alhusnuriski menjelaskan bahwa Pelatihan Kepemimpinan Administrator bertujuan mengembangkan kompetensi manajerial pejabat administrator agar mampu memenuhi standar kompetensi jabatan dan mendukung pelaksanaan reformasi birokrasi.
Adapun Pelatihan Dasar CPNS bertujuan membentuk karakter dan kompetensi dasar ASN yang profesional melalui pembelajaran terintegrasi antara penguatan nilai-nilai dasar ASN dan kompetensi teknis bidang tugas.
Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan I diikuti 29 peserta dari berbagai instansi pemerintah daerah dan kementerian/lembaga, sedangkan Angkatan II diikuti 45 peserta.
Sementara Pelatihan Dasar CPNS Angkatan XIV dan XV diikuti 80 peserta yang berasal dari Kabupaten Lampung Utara, Lampung Timur, Lampung Tengah, Pringsewu, dan Mesuji.
Pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Administrator berlangsung sejak 15 Juni hingga 3 September 2026 dengan metode blended learning, sedangkan Pelatihan Dasar CPNS dilaksanakan hingga 24 Juli 2026.
Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung berharap lahir ASN yang mampu menjadi agen transformasi birokrasi, memperkuat pelayanan publik, serta mengakselerasi terwujudnya Lampung Maju menuju Indonesia Emas 2045. (Rls/SA)











