Dengan adanya laboratorium SNSU, juga akan meningkatkan kualitas ketertelusuran hasil pengukuran khususnya di bidang kimia dan biologi serta sektor kesehatan, yang selama ini masih banyak tergantung kepada negara lain. Hal ini sekaligus memperkuat standardardisasi, riset dan inovasi di bidang bidang kesehatan.
Kepala BSN Kukuh S. Achmad, pada kesempatan yang sama menambahkan, Laboratorium SNSU memiliki peran strategis sebagai acuan nasional dalam kegiatan kalibrasi yang dilakukan oleh laboratorium-laboratorium kalibrasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang saat ini berjumlah 370 laboratorium laboratorium kalibrasi terakreditasi.
“Pengelolaan SNSU dilakukan dengan menerapkan dan mengacu kepada persyaratan-persyaratan yang berlaku secara internasional agar hasil dari pengukuran dan kalibrasi yang dilakukan dapat diakui secara internasional melalui perjanjian saling pengakuan yang difasilitasi oleh organisasi metrologi internasional yaitu _Bureau International de Poids et Mesures_ -BIPM atau biro internasional untuk ukuran dan timbangan yang bermarkas di Paris, Perancis,” pungkas Kukuh.
Sampai dengan saat ini, pengelolaan SNSU di Indonesia telah mendapatkan pengakuan internasional untuk 140 kemampuan pengukuran dan kalibrasi yang meliputi 7 bidang pengukuran dan kalibrasi panjang, massa, kelistrikan dan waktu, suhu, fotometri dan radiometri, akustik dan vibrasi, dan kimia serta mendukung berbagai sektor pembangunan dan kehidupan seperti perdagangan, perindustrian, kesehatan, transportasi, energi, lingkungan dan pengembangan ilmu pengetahuan teknologi serta inovasi nasional.
Peresmian Gedung Laboratorium SNSU dilakukan dalam momentum acara puncak Bulan Mutu Nasional (BMN) 2020 dengan tema “Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian untuk Hidup Sehat dan Produktif”.
Rangkaian kegiatan BMN 2020 sendiri sudah dimulai sejak tanggal 27 Oktober dan akan berlangsung hingga 25 November 2020.
Kegiatan BMN 2020 meliputi 25 event dan diperkirakan akan dihadiri kurang lebih 10.000 orang peserta yang terdiri dari pemangku kepentingan standardisasi dan penilaian kesesuaian dari seluruh Indonesia, dari lembaga pemerintah baik pusat maupun daerah, kalangan dunia usaha, para pakar dari perguruan tinggi dan lembaga penelitian, dunia usaha dan profesional, media, dan juga masyarakat umum.





