“Keberhasilan COD PLTM Melesom II merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung pengembangan pembangkit energi baru terbarukan. Tambahan kapasitas sebesar 2,3 MW ini akan memperkuat sistem kelistrikan, meningkatkan keandalan pasokan listrik, sekaligus menjadi kontribusi nyata PLN dalam mendukung transisi energi menuju Net Zero Emissions (NZE) 2060,” kata Eka.
Beroperasinya PLTM Melesom II diharapkan mampu menambah pasokan energi bersih yang memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Pesisir Barat dan sekitarnya.
Penambahan kapasitas pembangkit ini akan meningkatkan keandalan pasokan listrik, menjaga stabilitas sistem, serta mendukung pelayanan listrik yang lebih andal bagi pelanggan rumah tangga, sektor usaha, fasilitas publik, hingga kawasan pariwisata yang terus berkembang di wilayah tersebut.
Secara lebih luas, pengoperasian PLTM Melesom II menjadi bagian dari kinerja PLN dalam meningkatkan kapasitas pembangkit berbasis energi baru terbarukan sebagaimana arah pengembangan sistem kelistrikan nasional.
Penambahan pembangkit ini diharapkan dapat mendukung pencapaian target bauran energi nasional, memperkuat ketahanan energi daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penyediaan listrik yang andal, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Melalui kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan, PLN akan terus mendorong percepatan pengembangan pembangkit energi baru terbarukan di Provinsi Lampung sebagai bagian dari upaya menyediakan pasokan listrik yang semakin andal, berkelanjutan, dan mendukung pembangunan nasional. (Rls/SA)











