Menurutnya, perbedaan itu merupakan bentuk keragaman yang merupakan bagian dari ciri Bangsa Indonesia. Untuk itu dirinya selalu menekankan kepada seluruh jamaah, untuk saling menghormati setiap perbedaan yang ada di tengah kehidupan bermasyarakat.
Bahkan, menyikapi adanya kelompok yang membawa paham terlarang yang menargetkan ponpes sebagai sasaran utamanya, dirinya mengaku menolak keras setiap ajaran yang menyimpang dari Al Quran dan Hadis. Terlebih terhadap paham yang menentang semua peraturan pemerintahan yang sah, yang dapat menimbulkan situasi menjadi tidak kondusif.
“Saling menghormati satu sama lain, walaupun berbeda suku, agama maupun keyakinan lainnya. Kita harus bisa hidup berdampingan, serta hidup rukun dan damai untuk mendapat ridho dari Allah SWT,” terangnya.
Sementara itu, Ketua NII Crisis Center Ken Setiawan mengatakan, untuk menangkal paham radikal berkembang luas, salah satu upayanya dengan selalu mensosialisasikan kepada sekolah-sekolah, Ponpes dan masyarakat umum. Dengan memberikan pemahaman tentang ajaran islam sebenarnya, yang merupakan Rahmatan lil alamin.









