Review Film Baby Driver
“Baby Driver” adalah film aksi-thriller yang mengikuti kisah seorang pengemudi mobil lari yang sangat terampil bernama Baby, yang diperankan oleh Ansel Elgort. Baby memiliki keahlian mengemudi yang luar biasa dan bekerja untuk seorang penjahat bernama Doc, yang diperankan oleh Kevin Spacey. Baby terpaksa bekerja untuk Doc sebagai bagian dari pembayaran hutangnya.
Baby menderita tinnitus, gangguan pendengaran yang dideritanya sejak kecil akibat kecelakaan yang menewaskan orang tuanya. Untuk meredakan gangguan tersebut, Baby selalu mendengarkan musik melalui earphone. Musik menjadi bagian integral dari hidupnya, bahkan menjadi pengiring setiap aksinya di jalan.
Setelah membayar hutangnya kepada Doc, Baby berencana untuk meninggalkan dunia kejahatan dan memulai kehidupan baru bersama Debora, seorang pelayan di kafe tempat mereka sering bertemu. Namun, rencana Baby menjadi rumit ketika Doc memaksanya untuk melakukan satu perampokan besar terakhir bersama gengnya yang berbahaya, termasuk Bats (diperankan oleh Jamie Foxx), Buddy (diperankan oleh Jon Hamm), dan Darling (diperankan oleh Eiza González).
Ketika perampokan tersebut berlangsung, segala sesuatunya mulai berantakan dan Baby terperangkap dalam kekacauan yang semakin memburuk. Baby harus memutuskan antara melanjutkan hidupnya dengan Debora atau terjebak dalam dunia kriminal yang semakin berbahaya.
Film ini menampilkan aksi mobil yang spektakuler, penggunaan musik yang kreatif, dan plot yang penuh dengan kejutan. Dikemas dengan adegan-adegan yang penuh ketegangan, “Baby Driver” adalah perpaduan yang menghibur antara aksi, musik, dan cerita yang memikat.











