Review Film Dear Jo
Film Dear Jo mengisahkan tentang Joshua (Jourdy Pranata) dan Maura (Salshabilla Adriani), pasangan suami istri muda yang tinggal di Baku, Azerbaijan. Mereka terlihat seperti pasangan yang ideal, sukses secara finansial dan memiliki hubungan yang harmonis. Namun, ada satu hal yang membuat mereka merasa hampa, yaitu belum memiliki anak.
Maura telah mencoba berbagai cara untuk hamil, namun semua usahanya sia-sia. Hal ini membuat Maura merasa rendah diri dan tidak sempurna sebagai seorang wanita. Suatu hari, Maura bercerita kepada sahabatnya, Ella (Anggika Bolsterli), tentang keinginannya untuk memiliki anak. Ella, yang merupakan seorang single parent, memahami keinginan Maura dan menawarkan diri untuk menjadi ibu pengganti.
Joshua dan Maura awalnya ragu untuk menerima tawaran Ella. Namun, setelah berdiskusi panjang, mereka akhirnya setuju. Proses kehamilan Ella berjalan lancar dan tanpa hambatan. Namun, kebahagiaan mereka tidak bertahan lama. Maura mengalami kecelakaan tragis dan meninggal dunia.
Kematian Maura membuat Joshua dan Ella sangat terpukul. Mereka merasa kehilangan sosok yang sangat berarti dalam hidup mereka. Joshua sempat tidak bisa menerima kenyataan bahwa Maura telah pergi. Ia bahkan tidak ingat bahwa Ella sedang mengandung anaknya.
Ella yang merasa bertanggung jawab atas anak Maura, berusaha untuk menjaganya. Ia merawat anak Maura dengan penuh kasih sayang. Lama kelamaan, Joshua mulai membuka hati untuk Ella. Ia sadar bahwa Ella adalah wanita yang baik dan pantas untuk menjadi ibu bagi anaknya.
Joshua dan Ella akhirnya memutuskan untuk menikah. Mereka membesarkan anak Maura bersama-sama. Kehadiran anak Maura menjadi obat bagi luka yang mereka rasakan. Mereka belajar untuk menerima kenyataan dan hidup bahagia bersama-sama.
Film Dear Jo merupakan film drama yang menyentuh hati. Film ini mengangkat tema tentang perjuangan pasangan suami istri untuk memiliki anak, persahabatan, cinta, dan kehilangan. Film ini juga menampilkan keindahan kota Baku, Azerbaijan.





