Sedangkan untuk harga tiket diperkirakan akan mengalami kenaikan dari harga sebelumnya yang hanya dipungut Rp. 2,000 dari panjang sampai ke rajabasa.
“Yang jelas dari pihak manapun tidak merasa keberatan baik itu dari masyarakat maupun pihak ketiga jadi nanti kita cari titik tengahnya,” jelas Socrat.
Bus Trans Bandar Lampung itu sendiri sudah beroperasi sejak 1 April 2019 yang diresmikan oleh walikota Herman HN. Namun dalam perjalanannya, Bus harus berhenti operasional karena ada pandemi Covid-19 pada 2020 lalu. (Cr)






