Bandar LampungLampungPemerintahan

Semangat Hari Kartini 2026, Pemprov Lampung Dorong Perempuan Jadi Motor Pembangunan

78
×

Semangat Hari Kartini 2026, Pemprov Lampung Dorong Perempuan Jadi Motor Pembangunan

Sebarkan artikel ini
Pemprov Lampung menggelar upacara peringatan Hari Kartini Tahun 2026 dengan penuh khidmat di Lapangan Korpri || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung
Pemprov Lampung menggelar upacara peringatan Hari Kartini Tahun 2026 dengan penuh khidmat di Lapangan Korpri || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

Lalu, mendorong partisipasi perempuan dalam pembangunan ekonomi melalui UMKM dan kewirausahaan, memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan, serta membangun budaya yang menjunjung tinggi kesetaraan dan keadilan gender.

“Kesetaraan gender bukan hanya tanggung jawab perempuan, tetapi tanggung jawab kita bersama. Perempuan Lampung adalah Kartini modern yang memiliki potensi besar menjadi penggerak perubahan menuju Lampung Maju,” lanjutnya.

Baca Juga  Gubernur Lampung Resmikan Kampung Nelayan Modern di Pulau Pasaran

Peringatan Hari Kartini 2026 menjadi pengingat bahwa semangat Kartini harus terus hidup dalam setiap langkah perempuan Indonesia untuk berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.

“Selamat Hari Kartini 2026. Teruslah menjadi perempuan yang tangguh, mandiri, dan menginspirasi,” tandasnya.

Dalam rangkaian upacara, Purnama Wulan Sari Mirza menyampaikan bahwa Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada 21 April 1879 dari keluarga priyayi.

Baca Juga  Gubernur Lampung Lantik Pejabat Tinggi Pratama dan Widyaiswara di Lingkungan Pemprov Lampung

Sejak kecil, Kartini telah merasakan pentingnya pendidikan, meskipun pada masa itu perempuan belum memiliki akses yang setara untuk menempuh pendidikan formal.

Saat berusia 12 tahun, Kartini harus menjalani tradisi pingitan. Namun keterbatasan tersebut tidak menghentikan semangat belajarnya. Ia aktif menulis surat kepada sahabat-sahabatnya di Belanda mengenai pandangannya tentang pendidikan, kebebasan perempuan, dan kesetaraan.

Kumpulan surat tersebut kemudian dibukukan dalam karya monumental berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang. Kartini meyakini bahwa pendidikan merupakan pintu kemajuan perempuan.

Baca Juga  Sosialisasi Pergub Penggunaan Aplikasi Pedulilindungi, Pemprov Lampung Segera Lakukan Pemantauan

“Pemikiran dan perjuangannya menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan, sekaligus tonggak penting lahirnya kesadaran akan hak perempuan Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang layak, berpikir mandiri, serta memiliki kesempatan yang setara,” pungkas Purnama Wulan Sari Mirza. (Rls/SA)