Hadirnya Karakter Blade di Film MCU Mendatang
Setelah adegan perdebatan antara Mobius (Owen Wilson) dalam usahanya untuk mewawancarai Sylvie, Mobius meninggalkan ruangan dan berbicara dengan Hunter B-15. Dalam percakapannya, Mobius menyebutkan bahwa TVA pernah menangani Kree, Titans, dan vampir.
Dari ketiga Variant yang disebutkan oleh Mobius, vampir menjadi yang paling menarik dan menarik perhatian para penggemar. Fakta bahwa TVA pernah menangani Kree adalah hal yang sudah biasa, Titans juga bisa merujuk pada Thanos atau para Eternals. Namun, kehadiran vampir di MCU cukup menarik karena ini adalah pertama kalinya mereka disebutkan dalam Marvel Cinematic Universe.
Sebelumnya, di film Thor: Ragnarok (2017), karakter Korg sempat memberikan petunjuk tentang kemungkinan kehadiran vampir dengan menyebut “blood-suckers” dengan nada bercanda. Meskipun begitu, sebelum pernyataan Mobius di episode 4 Loki ini, vampir belum pernah secara resmi dihadirkan di MCU.
Perkataan Mobius ini juga mungkin menjadi petunjuk untuk film Blade yang akan datang di MCU, yang akan dibintangi oleh Mahershala Ali. Dalam komik, Blade adalah seorang Dhampir, makhluk setengah vampir dan setengah manusia, yang berburu vampir.
Apa Arti di Balik Angka: Ravonna Sebagai A-23 dan “Time Theater 25”
Di episode ini, kita dapat melihat adegan flashback ketika Ravonna masih berperan sebagai seorang Hunter dan berhasil menangkap Sylvie ketika masih kecil. Sylvie kemudian berhasil melarikan diri dari TVA. Dalam adegan ini, seperti halnya dengan Minute Men lainnya, Ravonna juga memiliki angka khusus, yaitu A-23. Ini bukanlah angka sembarang, melainkan mungkin mengacu pada komik Avengers #23 di mana karakter Ravonna pertama kali diperkenalkan.
Selain itu, kita juga bisa melihat “Time Theater 25” sebagai tempat yang Mobius gunakan untuk membawa Loki. Angka 25 ini mungkin mengacu pada komik Journey Into Mystery Issue #25, yang menceritakan tentang alien yang menghapus memori seseorang untuk menjaga rahasia mereka. Kesamaan ini mirip dengan perlakuan TVA terhadap para agennya, bukan?
Lady Sif dari Mitologi Nordik
Ketika TVA berhasil menangkap Loki dan Sylvie, Mobius memberikan hukuman kepada Loki yang mirip dengan berada dalam siklus neraka, di mana Loki dihadapkan dengan Lady Sif yang marah karena rambutnya dipotong oleh Dewa Pengacau tersebut. Kejutan menyenangkan bagi para penggemar adalah kehadiran Lady Sif, yang diperankan oleh Jamie Alexander, karakter yang terakhir kali muncul delapan tahun yang lalu di film Thor: The Dark World (2013).
Adegan di serial Loki ini, di mana Lady Sif marah dan memukuli Loki, terinspirasi langsung dari mitologi Nordik. Dalam mitologi tersebut, Loki memotong rambut emas yang sangat berharga milik Lady Sif, yang kemudian membuat Lady Sif sangat marah.
Apa Arti Teori “The Big Three” oleh Sam Wilson?
Salah satu adegan yang sangat menarik dalam episode yang berjudul “The Nexus Event” adalah ketika penonton pertama kali diperlihatkan penampilan asli dari para Time-Keepers. Namun, setelah salah satu kepala Time-Keepers tersebut dipenggal oleh Sylvie, terungkap bahwa entitas yang dianggap sebagai pencipta TVA sebenarnya hanyalah android tanpa kehidupan.
Kenyataan bahwa Time-Keepers adalah android ini memperkuat teori yang diungkapkan oleh Sam Wilson (Anthony Mackie) dalam serial The Falcon and The Winter Soldier. Dalam serial tersebut, Sam menyebut bahwa musuh mereka selama ini terdiri dari “The Big Three,” yaitu android, alien, dan penyihir. Sepertinya, supervillain dalam dunia Marvel seringkali dapat digolongkan ke dalam salah satu dari tiga entitas yang disebutkan oleh Sam tersebut.
Adegan Mid-Credits: Gedung Avengers
Pada akhir episode keempat, Loki tiba-tiba diserang oleh Ravonna dengan tongkat TVA, menyebabkan dia menghilang. Namun, Loki sebenarnya tidak benar-benar tewas. Di tengah-tengah kredit tengah, penonton melihat Loki terbangun di sebuah kota yang sudah hancur. Di sini, Dewa Kacau bertemu dengan beberapa varian Loki lainnya, termasuk Old Loki (Richard E. Grant), Kid Loki (Jack Veal), Boastful Loki (Deobia Oparei), dan Crocodile Loki.
Dalam adegan tersebut, terlihat bahwa Loki telah terdampar di kota New York yang hancur. Jika kita melihat dengan cermat, kita dapat melihat gedung Avengers yang rusak sebagai latar belakang. Ini memunculkan teori bahwa ketika seseorang diserang dengan tongkat TVA, mereka sebenarnya tidak mati, tetapi dilemparkan ke dalam realitas alternatif yang “terbuang”.
Dalam Avengers (2012), para Avengers memenangkan pertempuran melawan Chitauri. Namun, dalam realitas yang berbeda, mungkin Avengers kalah, mengakibatkan kota New York menjadi hancur seperti yang terlihat dalam adegan tengah kredit di episode keempat Loki. Ini juga memberi harapan bahwa Mobius dan Hunter B-15, yang juga diserang dengan tongkat TVA, mungkin tidak benar-benar mati, tetapi terdampar di timeline realitas lain.
Yuk, baca sinopsis Series Loki lainnya, DISINI.











