Dalam bidang UMKM, Wagub menegaskan bahwa dukungan permodalan tidak dapat hanya mengandalkan APBD. Diperlukan sinergi dengan sektor perbankan dan lembaga pembiayaan agar akses pembiayaan masyarakat semakin luas.
Menurutnya, skema tersebut tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga mendorong pemberdayaan dan keberlanjutan usaha melalui pendampingan serta tanggung jawab bersama dalam kelompok.
Sementara itu, dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong penguatan sektor pendidikan, salah satunya melalui SMA Terbuka.
Wagub menjelaskan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berkaitan erat dengan tiga indikator utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Dari ketiga indikator tersebut, pendidikan menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian lebih besar.
“SMA Terbuka adalah instrumen lompatan karena sangat fleksibel dan gratis. Seluruh kabupaten kita minta membuka SMA Terbuka bekerja sama dengan desa-desa,” katanya.
Selain SMA Terbuka, Pemerintah Provinsi Lampung juga mendukung pengembangan Sekolah Rakyat. Saat ini, program tersebut telah berjalan di Lampung Selatan dan Lampung Timur, sementara usulan dari Tulang Bawang dan Lampung Barat masih dalam proses verifikasi.
Wagub menyebut salah satu tantangan pengembangan Sekolah Rakyat adalah kebutuhan lahan hibah dengan luas minimal sembilan hektare, yang relatif sulit dipenuhi di wilayah perkotaan seperti Bandar Lampung dan Metro.
Di sektor pariwisata, Pemerintah Provinsi Lampung juga terus melakukan penguatan konektivitas dan pengembangan kawasan wisata. Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu instrumen untuk membuka akses menuju berbagai destinasi unggulan, termasuk kawasan Bakauheni hingga Gigi Hiu.
“Pariwisata Lampung sedang giat-giatnya. Secara organik kita dianugerahkan alam yang luar biasa seperti pantai dan gunung. Namun yang unorganik, yakni budaya nenek moyang, juga kita ungkit melalui kawasan wisata terpadu,” ujarnya.
Wagub mengatakan, pemerintah tengah meramu potensi wisata alam dan budaya agar dapat menjadi kekuatan yang saling melengkapi dalam menarik lebih banyak wisatawan ke Lampung.
Lebih lanjut, Wagub juga menyoroti pentingnya pelibatan generasi muda, khususnya Gen Z dan para content creator, dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, generasi muda memiliki kekuatan besar melalui media sosial. Karena itu, pemerintah memilih membangun ruang kolaborasi dengan para content creator untuk mengedukasi dan menyosialisasikan program pemerintah kepada masyarakat.
Ia menambahkan, keterlibatan generasi muda juga diharapkan dapat membantu masyarakat memahami proses pembangunan dan kewenangan pemerintah, termasuk membedakan kewenangan jalan provinsi, nasional, maupun kabupaten/kota.
“Media sosial bebas, tapi butuh patron agar terhindar dari misinformasi. Mereka membantu menjelaskan wewenang jalan provinsi, nasional, atau kabupaten agar masyarakat paham proses birokrasi, sekaligus ikut mengkritisi jika ada pembangunan yang tidak sesuai spesifikasi,” pungkasnya. (Rls/SA)











