Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, melaporkan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk membantu masyarakat pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman, sekaligus menekan angka kecelakaan di jalan raya.
“Tujuan utama kami adalah memberikan kemudahan transportasi bagi masyarakat, mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalan, serta memastikan keselamatan perjalanan selama masa arus mudik lebaran,” ungkapnya.
Pada tahun ini, jelas Bambang, tercatat sebanyak 1.886 orang mengikuti program mudik gratis yang terdiri dari masyarakat umum, mahasiswa, dan komponen masyarakat lainnya.
Mengingat tingginya animo masyarakat, panitia melakukan penambahan armada bus dari rencana awal 8 bus menjadi 9 bus.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari BUMN, BUMD, dan pihak swasta yang telah bersinergi demi melayani masyarakat Lampung. Semoga perjalanan para pemudik lancar dan selamat sampai tujuan untuk merayakan lebaran bersama keluarga,” ujarnya.
Suasana pelepasan terpantau tertib dan penuh antusias. Para pemudik mulai memadati area stasiun sejak pagi hari dengan pengawalan ketat dari petugas keamanan dan dinas terkait untuk memastikan protokol keselamatan terpenuhi.
Adapun Rincian moda transportasi yang digunakan meliputi:
1. Moda Kereta Api:
* KA Rajabasa:
Melayani 848 penumpang dengan tujuan Kertapati (Palembang) pada pukul 08.30 WIB.
* KA Setabas 1 & 2:
Melayani total 768 penumpang tujuan Baturaja dan Martapura yang terbagi dalam dua jadwal keberangkatan (pagi dan siang).
2. Moda Bus:
Sembilan unit bus dikerahkan untuk menjangkau wilayah yang tidak dilalui jalur kereta api, antara lain:
* Pesisir Barat (Krui): 3 bus (90 orang).
* Lampung Barat (Liwa): 3 bus (90 orang).
* Way Kanan (Blambangan Umpu): 2 bus (60 orang).
* Mesuji: 1 bus (30 orang).
(Rls/SA)











