Bandar LampungLampung

Walikota Eva Dwiana Hadiri Bimtek SPPG, BGN: Road to Zero Mistake

×

Walikota Eva Dwiana Hadiri Bimtek SPPG, BGN: Road to Zero Mistake

Sebarkan artikel ini
Walikota Eva Dwiana saat menghadiri Bimtek SPPG di Bandar Lampung || Foto: 5W1HINDONESIA.ID
Walikota Eva Dwiana saat menghadiri Bimtek SPPG di Bandar Lampung || Foto: 5W1HINDONESIA.ID

5W1HINDONESIA.ID, Bandarlampung – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah serius memperkuat pengawasan kualitas makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lampung. Langkah ini ditandai dengan digelarnya Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi petugas penjamah makanan, demi memastikan seluruh layanan gizi anak berjalan aman, higienis, dan tepat sasaran.

Kegiatan ini secara khusus menyasar para petugas di Satuan Penyedia Bahan Gizi (SPBG) se-Provinsi Lampung, bertujuan meningkatkan profesionalisme dan mencegah kesalahan fatal dalam penanganan pangan.

Pengawasan Ketat di Bandarlampung: Walikota Siapkan Satgas

Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana, atau akrab disapa Bunda Eva, menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan komitmen pemerintah daerah. Ia bahkan menyiapkan satuan tugas (satgas) khusus untuk memperkuat pengawasan lapangan. Pembentukan satgas ini menjadi respons tegas guna mencegah terulangnya insiden terkait keamanan pangan di masa lalu.

“Harapan saya, ke depan tidak lagi terjadi hal-hal seperti yang pernah terjadi sebelumnya, sehingga pelayanan semakin baik. Dengan adanya satgas ini, seluruh BGN di Bandarlampung dapat terpantau dengan baik,” ujar Bunda Eva pada Sabtu (9/11).

Menurut Walikota, jumlah BGN di Bandarlampung sangat banyak, khususnya di wilayah padat penduduk. Oleh karena itu, pengawasan ketat mutlak diperlukan untuk menjaga mutu pelayanan dan asupan gizi anak.

“Harapan besar kita adalah agar semua BGN mampu memberikan pelayanan terbaik serta memastikan asupan gizi yang berkualitas bagi anak-anak di Bandarlampung,” tambahnya.

Potensi Dana MBG Capai Rp682 Miliar/Bulan di Lampung

Sementara itu, Direktur BGN Wilayah I, Wahyu Widisetyanta, mengungkapkan capaian positif Provinsi Lampung dalam realisasi SPBG. Hingga kini, terdapat 682 SPBG aktif dari target 791, menunjukkan potensi besar perputaran dana program Makan Bergizi Gratis.

“Jika satu SPBG mampu menyerap sekitar Rp1 miliar per bulan, maka ada sekitar Rp682 miliar dana pusat yang masuk ke lapangan setiap bulan. Ini capaian yang patut disyukuri,” jelas Wahyu.

Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan bahwa pelatihan teknis ini krusial. BGN mengusung tema “BGN Road to Zero Mistake”—menuju kondisi tanpa kesalahan, khususnya dalam mencegah kasus makanan beracun atau pencemaran bahan pangan.

“Ini penting agar masyarakat benar-benar merasa aman,” tegasnya.

Dengan pengawasan yang semakin ketat dari satgas daerah dan peningkatan kompetensi petugas lapangan, diharapkan program pemenuhan gizi anak di Bandarlampung dan Lampung secara umum dapat berjalan lebih optimal, transparan, dan berkualitas.