5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – Antusiasme tinggi menyelimuti Kelurahan Bumi Waras saat Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menggelar program Pasar Murah Ramadan, Sabtu pagi. Warga rela mengantre sejak pukul 07.00 WIB guna mendapatkan bahan pangan dengan harga miring, meski kegiatan baru dijadwalkan mulai satu jam setelahnya.
Tingginya minat masyarakat membuat sejumlah komoditas pangan ludes terjual hanya dalam waktu 30 menit setelah operasional dibuka pada pukul 08.00 WIB.
Upaya Menjaga Stabilitas Harga
Program ini merupakan langkah strategis Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, yang dilaksanakan serentak di 20 kecamatan. Tujuannya jelas: menjaga stabilitas harga pangan dan menjaga daya beli masyarakat di tengah tren kenaikan harga menjelang bulan suci.
Bagi warga seperti Wati, kehadiran pasar murah ini adalah angin segar bagi keuangan rumah tangga. Ia rela berdesakan demi membawa pulang beras, telur, cabai, dan bawang.
“Di pasar biasa, selisih harganya bisa sampai Rp15.000. Sangat terasa buat kami masyarakat kecil. Uang sisanya bisa dipakai untuk keperluan dapur yang lain,” ujar Wati dengan wajah lega.
Wati menambahkan bahwa belanjaan tersebut bukan untuk stok hari raya, melainkan untuk konsumsi harian keluarga agar dapur tetap mengepul tanpa harus menguras kantong lebih dalam.
Antrean Tertib Meski Membludak
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean panjang yang diisi oleh berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, pemuda, hingga lansia. Untuk menjaga kondusivitas, petugas kelurahan dan kecamatan disiagakan di titik-titik antrean guna memastikan distribusi berjalan tertib.
Pemkot Bandar Lampung berkomitmen untuk terus mengevaluasi pelaksanaan pasar murah ini. Harapannya, skema distribusi ke depan bisa semakin optimal dan menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan secara lebih merata.
Melalui program ini, pemerintah daerah optimistis dapat menekan laju inflasi musiman yang kerap terjadi selama bulan Ramadan di Kota Tapis Berseri.





