“Rumah tangga yang baik bukanlah rumah tangga yang tidak pernah menghadapi masalah. Setiap keluarga pasti memiliki tantangan. Yang membedakan adalah bagaimana suami dan istri memilih menyelesaikannya. Biasakan berdialog dalam setiap persoalan,” terangnya.
Ia berharap seluruh pasangan yang mengikuti nikah massal dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah serta melahirkan generasi yang saleh dan mampu berkontribusi bagi pembangunan Provinsi Lampung.
Gubernur Mirza juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan program tersebut.
Nikah Massal Begawi Cinta Lampung, lanjutnya, layak menjadi contoh bagi masjid-masjid lain di Provinsi Lampung untuk menghadirkan layanan serupa bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Masjid Raya Al-Bakrie Lampung, KH. Basyaruddin Maisir, menuturkan Begawi Cinta Lampung tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan awal dari gerakan membangun keluarga sakinah secara berkelanjutan.
Menurutnya, program tersebut akan dilanjutkan dengan berbagai layanan, seperti sidang isbat nikah, kelas pranikah, pembinaan keluarga sakinah, hingga layanan konseling keluarga.
“Kami berharap program ini tidak hanya menghadirkan pernikahan yang sah, tetapi juga melahirkan keluarga-keluarga yang tangguh, harmonis, dan menjadi pilar pembangunan masyarakat,” jelasnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, juga mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Masjid Raya Al-Bakrie dalam menghadirkan pelayanan nikah massal secara gratis bagi masyarakat.
Ia berpesan kepada seluruh pasangan agar tidak mencari kesempurnaan dalam diri pasangan, melainkan saling melengkapi kekurangan satu sama lain.
“Tidak ada manusia yang sempurna selain Nabi Muhammad SAW. Karena itu, suami dan istri harus saling menerima dan saling melengkapi dalam membangun keluarga,” ujarnya. (Rls/SA)






