Mempertegas portofolio dan semakin besarnya perusahaan di usianya yang ke-62 tahun, Hutama Karya mencatatkan kenaikan total aset yang signifikan selama 5 tahun terakhir yakni tumbuh sebesar Rp 108,438 triliun dari total aset tahun 2017 sebesar Rp 48,716 triliun
menjadi sebesar Rp 157,154 triliun di tahun 2023, atau meningkat 223%.
Semakin dikuatkan pula dengan pertumbuhan solid EBITDA di angka Rp 3,421 triliun, tumbuh 43% YoY dan
juga likuiditas dari perusahaan yang semakin kokoh.
Selain itu, Hutama Karya juga telah
mengimplementasikan digitalisasi di semua lini bisnis perusahaan antara lain dengan menerapkan teknologi Enterprise Resource Planning (ERP) Full Modul dan juga Building Information Modeling (BIM).
HADIR UNTUK MASYARAKAT LEWAT HK PEDULI
Dari sisi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Hutama Karya berkomitmen terhadap pembangunan yang berkelanjutan dengan memberikan manfaat pada ekonomi, sosial, lingkungan serta hukum dan tata kelola agar terintegrasi dengan baik.
Selama tahun 2022, total penyaluran dana TJSL Hutama Karya sebesar Rp 13,54 miliar yang terbagi menjadi 4 (empat) pilar utama yaitu Pilar Sosial (sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberantasan kelaparan dan kemiskinan) sebesar Rp 4,13 miliar (30,50%), Pilar Ekonomi (pengembangan dan pendanaan UMK serta infrastruktur masuk desa) sebesar Rp 7,39 miliar
(54,58%).
Lalu, Pilar Lingkungan (pengolahan sampah, konservasi satwa, penghijauan, tanggap bencana, sanitasi masyarakat, dan bantuan keagamaan) sebesar Rp 1,87 miliar (13,81%) dan Pilar Hukum & Tata Kelola (women’s empowerment) sebesar Rp 150 Juta (1,11%).











