IntermezoPENDIDIKAN

Ternyata Sekolah di Jepang Larang Rambut Siswi Dikuncir Kuda, Ini Alasannya

37
×

Ternyata Sekolah di Jepang Larang Rambut Siswi Dikuncir Kuda, Ini Alasannya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi rambut kuncir kuda. (Istimewa)

5W1HIndonesia, Internasional – Ternyata sekolah di Jepang memiliki aturan sendiri dalam penampilan siswinya. Tidak hanya pakaian, rambut juga turut masuk ke dalam aturan tata tertib di negeri tirai bambu ini.

Dikutip dari Millenial, sekolah di Jepang menerapkan aturan khusus agar para siswi tidak mengikat rambut dengan gaya kuncir kuda.

Alasannya bahwa dapat dikhawatirkan bahwa tengkuk dari siswa perempuan ini dapat menarik gairah seksual dari siswa laki-laki.

Baca Juga  Film Layla Majnun: Tahun Rilis, Nama Pemain, Sinopsis & Fakta Menariknya

“Sekolah ini khawatir anak laki-laki akan melihat anak perempuan yang mirip dengan alasan di balik penegakan aturan warna pakaian dalam hanya putih. Saya selalu mengkritik aturan ini tapi karena kritiknya kurang dan menjadi sangat norma, siswa tidak punya pilihan selain menerimanya,” ungkap salah satu mantan guru SMP di Jepang, Motoki Sugiyama, dilansir dari Wionews.

Baca Juga  Diharapkan Beri Warna Baru, Gubernur Lampung Sambut Baik Hadirnya Mega Portal Suma.id

Sekolah-sekolah di Jepang sendiri memang memiliki berbagai aturan ketat terkait tampilan para siswanya. Seperti warna rambut, aksesoris, make-up, dan juga seragam termasuk panjang rok untuk siswa perempuan.

Sugiyama kemudian mengatakan bahwa jumlah sekolah yang sudah menerapkan aturan ini masih belum diketahui angka pastinya. Karena hingga saat ini masih belum ada data statistik nasional terkait akan hal tersebut.

Baca Juga  Jadwal Tayang Project Wolf Hunting, Sinopsis, & Daftar Pemainnya

Hampir setengah dari sekolah menengah di Tokyo yang meminta para siswanya yang memiliki rambut bergelombang dan enggak berwarna hitam untuk menyerahkan sertifikat yang menyatakan kalau rambut mereka enggak diubah secara artifisial.

Dari 177 sekolah menengah yang dikelola oleh pemerintah Metropolitan Tokyo, 79 sekolah meminta serifikat ini ditandatangani oleh orang tua masing-masing. (FO/SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *