close
Bandar LampungHUKRIMLampungPemerintahanPENDIDIKAN

Kampus Jadi Titik Rawan Gratifikasi, KPK Ajak Sivitas Akademika Lawan Bersama

×

Kampus Jadi Titik Rawan Gratifikasi, KPK Ajak Sivitas Akademika Lawan Bersama

Sebarkan artikel ini
Ketua KPK Setyo Budiyanto saat memberikan kuliah umum bertajuk "Membangun Integritas Melalui Pendidikan Antikorupsi pada Perguruan Tinggi" di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung || Foto: Istimewa
Ketua KPK Setyo Budiyanto saat memberikan kuliah umum bertajuk "Membangun Integritas Melalui Pendidikan Antikorupsi pada Perguruan Tinggi" di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung || Foto: Istimewa

5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung –
Perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis sebagai benteng terakhir akal sehat dan moral bangsa dalam mencegah perilaku koruptif.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto, menegaskan hal itu saat memberikan kuliah umum bertajuk “Membangun Integritas Melalui Pendidikan Antikorupsi pada Perguruan Tinggi” di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Rabu (5/11/2025).

Setyo menyampaikan bahwa sivitas akademika—mahasiswa, dosen, dan kampus—harus menjadi pemikir, penggerak, dan penjaga nilai integritas. Pendidikan, menurutnya, adalah fondasi karakter antikorupsi yang harus tertanam hingga alam bawah sadar.

Baca Juga  Waspada, Perusakan Gardu PLN Kian Marak di Bandar Lampung

“Saya yakin, kalau ini sudah didasari dengan alam bawah sadar, ini akan menjadi sebuah karakter yang tidak akan tergoyahkan oleh siapapun. Intervensi dari siapapun bisa ditolak karena itu menyalahi sesuatu budaya baik,” ucap Setyo.

Dalam paparannya, Setyo menyoroti skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang berada di angka 37 dari 100, menempatkan Indonesia di peringkat 99 dari 180 negara.

Baca Juga  Sekdaprov Fahrizal Berharap Roadshow Bus KPK Bermanfaat bagi Pencegahan Korupsi di Lampung

Skor ini, katanya, mencerminkan masih tingginya praktik korupsi dan menjadi tanggung jawab bersama, termasuk lingkungan pendidikan. “Skor bukan hanya sekedar angka, tapi skor ini menunjukkan bahwa perilaku itu masih ada,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar dosen terus menanamkan kesadaran bahwa tindakan setiap individu berdampak pada integritas bangsa.

Setyo menyoroti tiga titik kerawanan integritas di kampus: kejujuran akademik, kedisiplinan akademik, dan gratifikasi. Ia juga mengingatkan soal potensi intervensi dalam penerimaan mahasiswa baru dan pemilihan rektor.

Baca Juga  Lampung Targetkan Zero Stunting Melalui Penguatan Peran Lintas Sektor

“Kalau perlu bisa melibatkan tim pencegahan KPK agar dapat mengikuti proses pemilihan rektor yang akan terjadi di UIN. Jadi perjalanan dari tahap awal sampai akhir bisa kami monitor supaya prosesnya bisa berjalan secara transparan,” tawar Setyo.

Visited 13 times, 1 visit(s) today