5W1HIndonesia.id, Internasional – Perdagangan emas dunia pada hari ini Jumat (13/5/2022) pukul 06:36 WIB mengalami kelemahan.
Dikutip dari CNBC Indonesia, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.818,93 per troy ons. Harga itu merupakan yang terendah sejak 4 Februari 2022 yakni US$ 1.807,49 per troy ons atau lebih dari tiga bulan terakhir.
Kembali melemahnya emas dipicu penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Refinitiv, Indeks dolar AS kembali menyentuh 104,75 pada Kamis pukul 06:48 WIB.
Dalam sepekan, harga emas sudah terkoreksi 3,4% secara point to point. Dalam sebulan, harga emas juga melemah 7,8%.
Moya menambahkan ekspektasi pasar terkait kenaikan suku bunga acuan The Fed dan kondisi pasar yang tengah risk off menyulitkan emas untuk melaju apalagi menembus level US$ 1.900.
“Dolar menguat dan pasar juga khawatir bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga secara agresif. Ini akan terus memukul harga emas,” tutur Bart, seperti dikutip dari Reuters melalui CNBC Indonesia.
Penguatan dollar AS dipicu oleh ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 50 bps pada Juni mendatang menyusul masih tingginya inflasi di AS pada April.
“Penguatan dollar AS membuat emas ada dalam zona bahaya. Jika emas anjlok ke level US$ 1.800 harganya bisa terus anjlok hingga ke kisaran US$ 1.750. Emas sulit menawarkan daya tarik selama pergerakan dollar AS sangat kuat,” tutur Edward Moya, analis dari OANDA.
Negara Paman Sam mencatatkan inflasi sebesar 8,3% (year on year/YoY) di bulan April. Meskipun lebih rendah dibandingkan Maret (8,5%) tetapi masih jauh di atas target The Fed yang ada di kisaran 2%. (FO/SA)





