Zona Muslim

Amalan 10 Hari Pertama Dzulhijjah, Umat Muslim Wajib Tahu!

×

Amalan 10 Hari Pertama Dzulhijjah, Umat Muslim Wajib Tahu!

Sebarkan artikel ini
amalan 10 hari pertama Dzulhijjah
Ilustrasi Amalan 10 Hari Pertama Dzulhijjah || Photo by Fauzan on Unsplash || 5W1HINDONESIA.ID

5W1HINDONESIA.IDZONA MUSLIM – Amalan 10 hari pertama Dzulhijjah kerap dilakukan umat muslim yang ingin mendapatkan keberkahan dan ridho dari Allah SWT. Bulan Dzulhijjah adalah bulan ke-12 dalam kalender Hijriah dan termasuk bulan yang suci selain Ramadhan.

Karena itu, kebanyakan umat muslim akan melakukan berbagai amalan sunnah pada bulan Dzulhijjah. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut terkait amalan yang dilakukan saat bulan Dzulhijjah, yuk simak ulasan berikut.

Apa Saja Amalan 10 Hari Pertama Dzulhijjah?

Keutamaan bulan Dzulhijjah bisa dikatakan sama istimewanya dengan bulan Ramadhan. Sebab, Allah SWT memberikan peluang bagi umat muslim untuk memperbanyak amalan pada 10 hari pertama di siang hari.

Untuk itu, umat muslim yang tidak sedang menjalankan ibadah haji bisa memperbanyak amalan. Adapun beberapa amalan yang bisa dilakukan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, antara lain sebagai berikut.

1. Puasa Arafah

Umat muslim dianjurkan untuk menunaikan ibadah puasa sebelum Idul Adha pada 9 Dzulhijjah. Puasa ini disebut juga dengan Puasa Arafah di mana memiliki keutamaan, yaitu menghapus dosa setahun yang lalu dan dosa setahun yang akan datang.

Dalam sebuah hadis dijelaskan, “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu”. (HR. Muslim)

Sementara itu, sejumlah ulama berpendapat bahwa puasa sunnah bisa dimulai sejak tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah, seperti yang ditulis oleh Imam An Nawawi dalam kitab Al Majmu’. “Dan di antara puasa sunnah adalah puasa sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah”.

2. Perbanyak Takbir dan Dzikir

Pada bulan Dzulhijjah, umat muslim bisa melakukan amalan lain, yaitu memperbanyak takbir dan dzikir. Takbir dan dzikir kepada Allah SWT bisa dilakukan setiap hari, misalnya setelah menunaikan ibadah sholat.

Seperti yang diriwayatkan dalam sebuah hadis, Ibnu Abbas berkata, “Berdzikirlah kalian kepada Allah di hari-hari yang ditentukan, yaitu 10 hari pertama Dzulhijjah dan juga pada hari-hari tasyriq”.

Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin ‘Ali pun bertakbir setelah sholat sunnah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *