5W1HINDONESIA.ID, ZONA MUSLIM – Keutamaan sholat tasbih memang menjadi salah satu faktor yang membuat banyak umat muslim melaksanakan ibadah tersebut. Ya, sholat tasbih sendiri merupakan sholat empat rakaat yang berisi bacaan tasbih sebanyak 75 kali pada setiap rakaatnya.
Dengan demikian, bacaan tasbih dari keseluruhan rakaat di setiap sholat ini mencapai 300 kali. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut terkait keutamaan dari melaksanakan sholat tasbih, yuk simak pembahasan berikut.
Keutamaan Sholat Tasbih yang Perlu Diketahui
Sholat tasbih dapat dilakukan kapan saja, baik sebulan sekali, setahun sekali, atau bahkan sekali seumur hidup. Meski hanya sekali dilakukan, ternyata sholat tasbih memberikan banyak keutamaan, di antaranya:
1. Memberatkan Timbangan Amal Baik
Keutamaan dari melaksanakan sholat tasbih yang pertama adalah memberatkan timbangan amal baik di akhirat. Pada hari akhir nanti, seluruh umat manusia akan ditimbang amalannya, termasuk amal baik dan amal buruk.
Karena itu, umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan sholat tasbih agar timbangan amal baiknya lebih berat daripada amal buruk. Dengan demikian, jalan menuju surga pun semakin dipermudah.
2. Menghapuskan Dosa-dosa
Umat muslim yang hidup di dunia tentu pernah berbuat dosa dan kesalahan, baik disengaja maupun tidak. Untuk itu, umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan ibadah guna membantu menghapus dosa-dosa.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mengucapkan: Subhanallahi wa bihamdihi 100 kali, maka Allah akan menghapuskan kesalahannya meskipun kesalahannya itu sebanyak biuh di lautan”. (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Tasbih Termasuk Kalimat yang Dicintai Allah SWT
Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa Allah SWT sangat menyukai kalimat tasbih. Krena itu, umat muslim dianjurkan untuk selalu bertasbih kepada Allah SWT dan melaksanakan ibadah sholat tasbih.
“Suatu hari Rasulullah SAW ditanya apakah ucapan yang paling unggul? Rasulullah SAW menjawab: ‘Yang dipilih Allah SWT terhadap para malaikat-Nya dan hamba-Nya adalah ucapan: Subhanallahi wa bihamdihi’”. (HR. Muslim)





