Zona Muslim

7 Amalan Sunnah Idul Adha, Bisa Sempurnakan Ibadah!

×

7 Amalan Sunnah Idul Adha, Bisa Sempurnakan Ibadah!

Sebarkan artikel ini
amalan sunnah Idul Adha
Ilustrasi Amalan Sunnah Idul Adha || Photo by In The Know || 5W1HINDONESIA.ID

5W1HINDONESIA.IDZONA MUSLIM – Amalan sunnah Idul Adha wajib diketahui umat muslim agar ibadah yang dilakukan di bulan Dzulhijjah bisa semakin sempurna. Ya, saat Hari Raya Idul Adha, seorang muslim sudah sepatutnya mengikuti ajaran Rasulullah SAW.

Tak hanya membawa pada kebaikan, amalan-amalan sunnah ternyata juga bisa mendatangkan pahala. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut terkait amalan sunnah yang bisa dilakukan saat Idul Adha, yuk simak ulasan berikut,

Amalan Sunnah Idul Adha yang Perlu Diketahui

Hari Raya Idul Adha dilaksanakan setiap satu tahun sekali, tepatnya hari kesepuluh bulan Dzulhijjah. Adapun beberapa amalan sunnah yang dapat dilakukan umat muslim ketika Idul Adha, di antaranya:

1. Melakukan Puasa Arafah

Puasa Arafah merupakan puasa yang dilakukan pada tanggal 9 Dzuhijjah di mana bertepatan dengan para jamaah haji tengah wukuf di Padang Arafah. Untuk tahun ini, 1 Dzulhijjah 144 H ditetapkan pada 20 Juni 2023 sehingga puasa Arafah dilaksanakan tanggal 27 Juni 2023.

2. Bertakbir di Hari Raya Idul Adha

Hukum bertakbir di Hari Raya Idul Adha merupakan sunnah. Ulama berpendapat bahwa takbir saat Idul Adha dapat dimulai sejak Subuh di hari Arafah atau 9 Dzulhijjah hingga akhir petang hari tasyrik atau 11, 12, 13 Dzulhijjah.

Lafal takbir Idul Adha, yaitu “Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illa Allahu wa Allahu akbar, Allahu akbar wa lilaahil hamd”. Arti dari bacaan takbir ini adalah “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah”.

3. Mandi dan Memakai Wewangian

Amalan sunnah ketika Hari Raya Idul Adha lainnya, yaitu mandi dan memakai parfum atau wewangian. Hasan ash-Shibli meriwayatkan bahwa, “Rasulullah SAW menyuruh kami agar pada dua Hari Raya memakai pakaian yang terbaik, memakai minyak yang paling harum, dan berkurban dengan hewan yang paling baik”. (HR. Hakim)

4. Mengenakan Pakaian Terbaik

Berdasarkan riwayat dari Ja’far bin Muhammad, ia berkata bahwa Nabi Muhammad memakai serban buatan Yaman, yakni Burd Hibrah yang indah setiap Hari Raya”. (HR. Syafi’i dan Baghawi)

Ibnu Qayyim turut mengemukakan, “Rasulullah SAW memakai pakaian terbaik pada dua hari raya dan beliau memiliki sepasang pakaian yang khusus digunakan untuk sholat dua Hari Raya dan sholat Jumat”.

5. Tidak Makan dan Minum Sebelum Sholat

Ketika Hari Raya Idul Adha, sebaiknya umat muslim menahan untuk tidak makan apapun sebelum sholat ied. Sebagaimana diriwayatkan oleh Buraidah RA dikatakan bahwa Rasulullah SAW di Hari Raya Idul Adha tidak makan hingga sampai kembali ke rumah.

Hal ini disebut juga sebagai puasa dengan waktu yang sebentar karena dimulai dari fajar tiba hingga selesai sholat ied. Berbeda dengan Hari Raya Idul Fitri, di mana Nabi Muhammad SAW akan makan terlebih dahulu sebelum keluar menuju masjid untuk sholat ied.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *