Zona Muslim

4 Keutamaan Doa Kafaratul Majelis, Umat Muslim Wajib Tahu!

45
×

4 Keutamaan Doa Kafaratul Majelis, Umat Muslim Wajib Tahu!

Sebarkan artikel ini
keutamaan doa kafaratul majelis
Ilustrasi Keutamaan Doa Kafaratul Majelis || Photo by Imad Alassiry on Unsplash || 5W1HINDONESIA.ID

5W1HINDONESIA.IDZONA MUSLIM – Keutamaan doa kafaratul majelis termasuk salah satu hal yang wajib diketahui oleh umat muslim. Ya, saat menyelenggarakan atau mengikuti suatu acara, ada baiknya untuk menutup dengan doa setelah selesai melakukan kegiatan tersebut.

Hal ini menjadi ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas berlangsungnya acara hingga selesai. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai keutamaan dari doa penutup majelis, yuk simak pembahasan selengkapnya berikut.

Keutamaan Doa Kafaratul Majelis yang Perlu Diketahui

Doa kafaratul majelis merupakan doa yang diucapkan setelah kegiatan atau acara selesai dilakukan. Bacaan doanya, yaitu “Subhaanakallaahumma wa bihamdika, asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik”. Arti dari doa tersebut adalah “Maha Suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu.

Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertobat kepada-Mu”. (HR. Ashhaabus Sunan dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/153). Jika dibacakan, doa ini memiliki banyak keutamaan, di antaranya:

1. Sebagai Penghapus Dosa

Dari Abu Barzah Al-Aslami, beliau berkata: “Adalah Rasulullah SAW saat hendak berdiri (meninggalkan) majelis berdoa yang artinya Maha Suci Engkau Ya Allah dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi tiada tuhan (yang berhak diibadahi) kecuali Engkau, aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”.

Kemudian ada seseorang yang berkata: Wahai Rasulullah, engkau mengucapkan satu perkataan yang tidak engkau ucapkan sebelumnya? Beliau menjawab, “Sebagai kafarah atau penghapus terhadap apa yang terjadi di majelis””. (HR. Abu Dawud, Al Tirmidzi, Ahmad, dan lainnya)

2. Ilmu dari Majelis Lebih Bermanfaat

Keutamaan lain dari membaca doa penutup majelis, yakni ilmu yang diperoleh menjadi bermanfaat. Hal ini pun sebagaimana dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.

Rasulullah SAW bersabda, “Setiap kaum yang bangkit dari majelis yang tidak ada dzikir pada Allah, maka selesainya majelis itu seperti bangkai keledai dan hanya menjadi penyesalan pada hari kiamat”. (HR, Abu Daud, no 4855; Ahmad, 2: 389. Al-Hafidz Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *