Bandar LampungLampungPemerintahanPENDIDIKAN

Gubernur Arinal Buka Sosialisasi Bahaya Terorisme dan Radikalisme untuk Siswa dan Guru se-Provinsi Lampung

27
×

Gubernur Arinal Buka Sosialisasi Bahaya Terorisme dan Radikalisme untuk Siswa dan Guru se-Provinsi Lampung

Sebarkan artikel ini
Sekdaprov Lampung Fahrizal Darminto, mewakili Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, membuka Sosialisasi Bahaya Terorisme dan Radikalisme untuk Siswa/i beserta Guru Pendidikan Agama SMA Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung || Foto: Adpim Pemprov Lampung
Sekdaprov Lampung Fahrizal Darminto, mewakili Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, membuka Sosialisasi Bahaya Terorisme dan Radikalisme untuk Siswa/i beserta Guru Pendidikan Agama SMA Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung || Foto: Adpim Pemprov Lampung

5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Fahrizal Darminto, mewakili Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, membuka Sosialisasi Bahaya Terorisme dan Radikalisme untuk Siswa/i beserta Guru Pendidikan Agama SMA Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, di Hotel Horison, Bandar Lampung, Selasa (7/11/2023).

Dalam kesempatan itu, Sekdaprov Fahrizal menyambut baik dilaksanakannya kegiatan ini sebagai wahana untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya bahaya terorisme dan radikalisme.

Baca Juga  Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19, LKKS Bandarlampung Bagikan 800 Paket Sembako

Menurutnya, terdapat beberapa ciri yang bisa dikenali dari sikap dan paham radikal. Pertama, intoleran (tidak mau menghargai pendapat dan keyakinan orang lain).

Kedua, fanatik (selalu merasa benar sendiri; menganggap orang lain salah). Ketiga eksklusif dan keempat revolusioner.

Baca Juga  Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PAPPRI Lampung, Ini Harapan Gubernur Arina

Juga terdapat faktor lain yang dapat memotivasi seseorang bergabung dalam jaringan terorisme.

Motivasi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor.  Pertama adalah faktor domestik, yakni kondisi dalam negeri.

Kedua, faktor internasional, yakni pengaruh lingkungan luar negeri yang memberikan daya dorong tumbuhnya sentiment seperti ketidakadilan global, politik luar negeri yang arogan, dan imperialisme modern negara adidaya.

Baca Juga  Warga Sambut Baik Pemberian Sarung Tangan Plastik

Kemudian Ketiga, faktor kultural yang sangat terkait dengan pemahaman yang dangkal dan penafsiran yang sempit dan leksikal (harfiah).

Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan bahwa Radikalisme banyak menjangkiti generasi milenial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *