5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung — Booth Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bandar Lampung menjadi salah satu pusat perhatian dalam gelaran Bandar Lampung Expo 2025, berkat edukasi menarik mengenai ikan endemik dan kekayaan laut lokal yang jarang diketahui publik.
Pengunjung disuguhkan berbagai informasi mengenai ikan-ikan endemik Indonesia, termasuk jenis-jenis yang dapat ditemukan di perairan Kota Bandar Lampung.
Menurut Galih selaku Kabid Budidaya DKP Bandar Lampung, Indonesia memiliki lebih dari 4.572 jenis ikan endemik. Beberapa di antaranya dipamerkan melalui akuarium hidup seperti ikan betutu, belida, sepat, betok, dan nilem.
“Ikan-ikan ini memang khas perairan kita. Selain itu, kami juga menampilkan ikan nemo dan anemon laut yang jarang terlihat langsung di Bandar Lampung karena perairannya harus jernih dan sehat,” ujar Galih saat ditemui di Graha Mandala pada, Kamis (17/7/2025).
Menariknya, booth ini juga memamerkan hiu sirip hitam (blacktip shark), salah satu spesies yang kerap ditemukan di perairan Teluk Lampung.
“Hiu blacktip ini bisa tumbuh hingga dua meter panjangnya. Mereka beberapa kali terlihat di Pulau Kubur, Serengsem, dan sempat di perairan Kota Karang sebelum berpindah habitat,” lanjutnya.
Pameran ini bukan hanya bersifat edukatif, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Pengunjung dapat membawa pulang bibit bakau sebagai bentuk kampanye pelestarian pesisir, serta membeli berbagai produk hasil kelautan dari UMKM yang turut dipasarkan di booth.
“Kami ingin mengedukasi sekaligus memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi keluarga. Banyak pengunjung datang malam hari bersama anak-anak untuk mengenal ekosistem laut dan ikan-ikan endemik yang biasanya tidak bisa mereka lihat langsung,” pungkasnya.






