5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – Dampak fluktuasi harga energi global mulai dirasakan pada sektor penerbangan seiring dengan kenaikan harga bahan bakar jenis Avtur.
Meski demikian, sektor logistik kelautan dipastikan masih stabil karena ketergantungannya pada bahan bakar diesel yang hingga kini belum terdampak signifikan.
Pemerintah juga memberikan sinyal positif dengan menjamin tidak adanya kenaikan harga untuk sektor bersubsidi.
Komitmen ini diwujudkan melalui alokasi APBN guna menjaga stabilitas harga di tengah ketidakpastian kondisi global.
“Pemerintah menjamin tidak ada kenaikan untuk subsidi. Artinya, APBN akan tetap digelontorkan untuk menjamin hal tersebut,” ujar General Manager PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Persero, Hardianto saat memberikan keterangan kepada awak media.
Kinerja Operasional Meningkat
Terkait kekhawatiran hambatan logistik, data hingga Maret 2026 menunjukkan belum adanya dampak negatif terhadap arus barang.
Sebaliknya, aktivitas di terminal peti kemas Pelindo Regional II Panjang dan layanan multi-purpose justru menunjukkan tren peningkatan volume yang positif.
Meski enggan berspekulasi mengenai kondisi Geopolitik jauh ke depan, Hardianto mengatakan pihaknya terus memantau dinamika internasional, termasuk isu gencatan senjata di Timur Tengah yang diharapkan dapat memperlancar jalur logistik dunia.
“Sampai Maret tadi belum ada imbasnya. Justru di peti kemas dan multi-purpose malah meningkat. Ke depan, kita berharap situasi di Timur Tengah membaik agar arus logistik tetap lancar,” tambahnya.
Optimisme ini juga didorong oleh kabar mengenai potensi gencatan senjata di wilayah konflik yang diharapkan mampu menstabilkan kembali distribusi energi dan barang dari kawasan tersebut ke pasar internasional.









