Bandar LampungLampungPemerintahan

ACT Lampung dan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Akan Kolaborasi Sosialisasi Kesehatan Masyarakat Saat Pandemi

45
×

ACT Lampung dan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Akan Kolaborasi Sosialisasi Kesehatan Masyarakat Saat Pandemi

Sebarkan artikel ini

5W1HIndonesia.id, Bandarlampung – Audiensi antara Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dan Kepala Cabang ACT Lampung menghasilkan point rencana kolaborasi penyelesaian permasalahan kesehatan di Kabupaten/kota Provinsi Lampung terutama saat menghadapi Pandemi Corona.

Pertemuan yang digelar pada Selasa (1/12/2020) tersebut mempunyai kesimpulan bahwa kolaborasi aksi akan berbasis data yang telah dikumpulkan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Uki Basuki, S.K.M, M.Kes mengatakan bahwa saat pandemi Corona pihaknya fokus pada sasaran yang sangat terpengaruh langsung yaitu dari seorang Ibu Hamil, bersalin, bayi, balita, pra sekolah, sekolah, remaja hingga usia lanjut.

Baca Juga  Ringankan Beban Warga Terdampak Covid-19, Wali Kota Eva Dwiana Serahkan 1.000 Paket Sembako

Namun fokus tersebut lebih dipertajam pada kelompok rentan yakni Ibu Hamil, Ibu Bersalin, Bayi dan Balita. Tujuanya supaya memberikan kemandirian bagaimana Ibunya bisa kuat, mempunyai fasilitas yang baik dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga  Meriahkan HUT ke-61, Pemprov Lampung Gelar Lomba Senam Kreasi untuk Tingkatkan Solidaritas dan Semangat Hidup Sehat

Pada sasaran di Kabupaten/Kota sampai ke tingkat warga harapanya jangan sampai terjadi sakit, cacat bahkan sampai mati akibat tidak terlayani layanan kesehatan dan kasus kurang gizi.

Dimana, program yang bisa dikolaborasikan antara ACT Lampung dan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung adalah dalam rangka menekan AKI, AKB dan stunting. Dimana faktor yang sangat mempengaruhi adalah perilaku masyarakat.

Baca Juga  Walikota Eva Dwiana Serahkan 670 Petikan Kenaikan Pangkat PNS

Kolaborasi itu diharapkan dapat memudahkan sasaran dalam mengakses layanan kesehatan yakni dengan pemberian bantuan APD supaya Ibu hamil dapat akses ke Posyandu atau pelayanan kesehatan dengan aman. Selain itu pemberian sarana CTPS pada Ibu Hamil atau anak yang mengalami gizi buruk.

Lanjut Uki, fakta yang ada banyak masyarakat tidak memiliki akses air bersih, sedangkan hidup dalam kondisi minimal dan tekanan Pandemi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *