Selain itu, Relawan juga telah mendirikan dapur umum untuk mencukupi kebutuhan pangan para pengungsi etnis Rohingya.
Dapur Umum tersebut mensupplai kebutuhan pangan setiap hari sehingga nutrisi para pengungsi terjamin. Apalagi dalam kondisi new normal Pandemi Covid, imunitas tubuh pengungsi sangat dijaga.
Melihat letak geografis yang terlalu jauh dan dalam kondisi pandemi Covid 19, ACT Lampung belum memungkinkan untuk mengirim tim kelokasi pengungsian, namun aksi ajakan peduli kemanusiaan terus digaungkan.
Aksi ajakan peduli Rohingya dilakukan di area PKOR Way Halim dan Klinik Angsa Putih pada hari Minggu (28/6) dengan menggalang donasi.
Rencananya aksi akan terus berlanjut dengan menyasar Masjid-masjid yang ada di Kota Bandar Lampung. Nantinya bantuan berupa logistik pangan akan dikirim ke lokasi pengungsian menggunakan Bus AKAP jurusan Aceh.
“Kami mengajak seluruh element masyarakat mau menyumbangkan sebagian rejekinya untuk pengungsi etnis Rohingya, kemana lagi mereka harus menyelamatkan nyawa, ditempat tinggalnya terusir, sedangkan pengungsi ini belum tentu diterima oleh negara lain,” tutupnya. (SA)











