5W1HINDONESIA.ID, ZONA MUSLIM – Adab bertetangga dalam Islam merupakan hal yang penting untuk diketahui dan dipahami oleh umat muslim. Tetangga merupakan orang yang paling dekat rumahnya dengan kita sehingga seringkali saling membantu ketika terjadi masalah.
Menurut ajaran Islam, tetangga memiliki hak-hak tertentu, seperti mendapatkan rasa aman dari gangguan. Nah, untuk mengetahui adab bertetangga, yuk simak pembahasan selengkapnya berikut.
Adab Bertetangga dalam Islam yang Perlu Diterapkan
Sebagai umat muslim yang beriman, adab bertetangga sesuai ajaran Islam harus diterapkan. Hal ini dilakukan agar hubungan dengan tetangga tetap harmonis dan terjalin tali silaturahmi. Adapun beberapa adab bertetangga yang dapat diterapkan, antara lain:
1. Memberi Salam Terlebih Dahulu
Salah satu adab bertetangga yang perlu diketahui adalah selalu memberi salam terlebih dahulu. Orang-orang yang hidup bersama tetangga dianjurkan untuk saling menyapa saat bertemu dengan mengucapkan salam.
Dalam sebuah hadis dijelaskan, “Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu perbuatan apabila kalian lakukan niscaya akan membuat kalian saling mencintai satu sama lain? Sebarkanlah salam di antara kalian (ketika saling bertemu)”. (HR. Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad)
2. Tidak Menghalangi Bangunan Tetangga
Dalam hidup bertetangga, kemungkinan akan memiliki bangunan rumah yang saling berdampingan. Sebagai tetangga yang baik, seorang muslim dianjurkan untuk tidak menghalangi udara dan sinar matahari ke rumahnya.
Hal ini sesuai dengan penjelasan dalam beberapa riwayat hadis. Hadis yang dimaksudkan berbunyi, “Janganlah salah seorang di antara kalian melarang tetangganya menancapkan kayu di dinding (temboknya)”. (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, At-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Malik)
3. Menjenguk Tetangga yang Sakit
Apabila ada tetangga yang sakit, maka hendaknya umat muslim menjenguk. Hal ini dapat diartikan bahwa tetangga yang tidak sakit berkewajiban mengunjunginya tanpa memandang status sosial pihak yang sakit.
4. Tidak Iri Pada Tetangga
Saat tetangga mendapatkan rezeki, umat muslim tidak diperbolehkan untuk merasa iri. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim mengenai sabda Rasulullah SAW. Hadis tersebut berbunyi, “Dari Anas radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
‘Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang hamba dikatakan beriman (dengan iman yang sempurna) hingga ia mencintai tetangganya atau saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri, Muttafaqun ‘alaih’”.





