Bandar LampungLampungPemerintahanPeristiwa

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Dipantau, Pelayanan Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Berjalan

×

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Dipantau, Pelayanan Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Berjalan

Sebarkan artikel ini

Selain sektor penyeberangan, aktivitas abu vulkanik juga berdampak terhadap sejumlah penerbangan yang melayani Bandara Radin Inten II (TKG). Berdasarkan laporan operasional pada Sabtu (5/9/2026), terdapat penerbangan yang mengalami return to base maupun pembatalan akibat kondisi abu vulkanik di sekitar aerodrome.

Untuk penerbangan pada Minggu (6/9/2026), otoritas bandara menyiapkan langkah mitigasi melalui pemantauan kondisi abu vulkanik sebelum menentukan status operasional penerbangan.

Rencananya, paper test dilakukan mulai pukul 05.00 hingga 07.00 waktu setempat. Apabila hasil pemantauan menunjukkan kondisi negatif abu vulkanik, maka status operasional aerodrome akan disesuaikan melalui penerbitan kebijakan NOTAM (Notice to Airmen atau Notice to Air Missions), yaitu pemberitahuan resmi yang berisi informasi penting mengenai kondisi, perubahan, atau potensi bahaya pada fasilitas, layanan, dan prosedur penerbangan yang bersifat penting serta berjangka waktu pendek.

Pengaturan tersebut dilakukan untuk memberikan kepastian kepada maskapai sekaligus mengantisipasi potensi penumpukan penumpang apabila kondisi abu vulkanik masih memengaruhi keselamatan penerbangan.

Pemerintah mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dengan mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi. Masyarakat yang akan melakukan perjalanan juga diharapkan memperhatikan informasi terbaru dari operator transportasi dan arahan petugas di lapangan.

“Yang terpenting masyarakat tidak perlu panik. Tetap waspada, ikuti informasi resmi dan arahan petugas. Setiap perkembangan akan terus kami koordinasikan dan evaluasi,”  tutur Bambang.

Pemerintah Provinsi Lampung bersama seluruh instansi terkait akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan pelayanan transportasi tetap berlangsung secara aman, tertib, dan sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan. (Rls/SA)