5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mengambil langkah tegas untuk mengantisipasi fenomena “perang sarung” yang kerap meresahkan masyarakat selama bulan suci Ramadan. Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menginstruksikan pembentukan satuan tugas (satgas) gabungan guna menjamin keamanan dan kekhusyukan ibadah warga.
Satgas ini melibatkan sinergi lintas sektoral, mulai dari aparat keamanan (TNI/Polri), perangkat wilayah (Camat dan Lurah), hingga petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas). Tim ini ditugaskan untuk melakukan patroli rutin di titik-titik rawan serta memantau kerumunan pemuda yang berpotensi memicu gangguan ketertiban.
Selain pengawasan di lapangan, Wali Kota Eva Dwiana menekankan bahwa benteng utama pencegahan berada di lingkungan keluarga. Ia meminta para orang tua untuk lebih proaktif memantau aktivitas anak-anak mereka, terutama setelah waktu salat Tarawih hingga menjelang sahur.
“Upaya bersama antara keluarga, masyarakat, dan aparat diharapkan mampu mencegah tindakan yang berisiko serta menjaga suasana Ramadan tetap aman dan nyaman bagi seluruh warga,” ujar Eva Dwiana, Kamis (26/2/2026).
Patroli pada Jam Rawan
Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, menyatakan bahwa personel kepolisian telah disiagakan untuk mendukung penuh satgas wilayah. Fokus utama pengamanan dilakukan pada jam-jam rawan malam hari, di mana aktivitas kelompok remaja cenderung meningkat.
Langkah preventif ini diambil berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di mana aksi perang sarung sering kali berujung pada tindakan kriminalitas atau luka fisik. Pemkot Bandar Lampung berharap, dengan adanya sinergi antara ketegasan aparat dan pengawasan ketat dari pihak keluarga, potensi konflik dapat diredam sejak dini.
Melalui upaya kolektif ini, diharapkan Ramadan di Kota Tapis Berseri dapat berlangsung dengan penuh kedamaian, tanpa gangguan keamanan yang dapat mencederai nilai-nilai ibadah di bulan suci.





