5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – Program pinjaman tanpa bunga yang digulirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung memicu antusiasme tinggi dari para pelaku usaha. Hingga akhir Februari 2026, tercatat sebanyak 240 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah mengajukan permohonan modal untuk mengembangkan bisnis mereka.
Namun, tingginya minat ini berbanding terbalik dengan angka realisasi. Ketatnya verifikasi perbankan menjadi filter utama yang membuat mayoritas pendaftar belum bisa mencairkan dana bantuan tersebut.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandar Lampung, Riana Apriana, mengungkapkan bahwa dari ratusan pemohon, baru belasan pelaku usaha yang dinyatakan memenuhi syarat.
“Yang sudah lolos dan bisa dicairkan sekitar 11 hingga 18 UMKM. Sisanya masih terkendala hasil pengecekan melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ada juga yang terkendala perubahan alamat,” ujar Riana, Kamis (26/2/2026).
Riana menjelaskan, kendala terbesar terletak pada aturan perbankan yang mengharuskan pemohon bersih dari pinjaman aktif di lembaga keuangan lain. Banyak pelaku UMKM ditemukan masih memiliki kewajiban berjalan, baik melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun pinjaman komersial lainnya.
“Dari sisi profil usaha sebenarnya mereka tidak bermasalah. Namun aturan perbankan mengharuskan pemohon tidak memiliki pinjaman aktif di tempat lain,” tambahnya.
Plafon Rp50 Juta dan Dukungan Digitalisasi
Untuk menstimulus ekonomi kerakyatan ini, Pemkot Bandar Lampung telah menyiapkan anggaran sebesar Rp3 miliar. Setiap pelaku usaha yang lolos verifikasi berhak mendapatkan plafon pinjaman maksimal hingga Rp50 juta tanpa dibebani bunga.
Selain urusan modal, dinas terkait juga menyoroti pentingnya modernisasi usaha. Riana mengakui bahwa literasi digital masih menjadi tantangan besar di lapangan.
“Masih banyak pelaku UMKM yang belum paham teknologi digital. Kami bantu langsung, bahkan pembuatan NIB dan akun digital sering kami lakukan on the spot di tempat usaha mereka,” ungkap Riana.
Harapan Peningkatan Kesejahteraan
Melalui integrasi antara bantuan modal tanpa bunga dan pendampingan teknis, pemerintah berharap UMKM di Bandar Lampung dapat naik kelas. Program ini diharapkan tidak hanya menjadi tambahan modal sesaat, tetapi mampu memicu lonjakan produksi yang bermuara pada kesejahteraan keluarga.
“Harapannya pinjaman ini bisa menambah modal, meningkatkan produksi, dan berdampak pada peningkatan keuntungan serta kesejahteraan pelaku UMKM di kota kita,” tutupnya.





