oleh

Atasi Lonjakan Harga Jelang Nataru, Disdag Minta Agen-Agen Tidak Tahan Kesedian Barang

5W1H, Bandar Lampung – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Bandar Lampung meminta kepada agen-agen penyedia kebutuhan pokok di pasar-pasar untuk tidak menahan barang yang tersedia.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka menekan lonjakan harga kebutuhan pokok yang selalu terjadi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Ya untuk agen-agen juga kita mintakan jangan ada yang menahan-nahan dari barangnya sendiri. Kalau ada (barang) segera dikeluarkan,” terang Adiansyah, Kadisdag Kota Bandar Lampung, Kamis (12/12/2019).

Menurutnya, kondisi ini hanya fenomena tahunan saja yang membuat permintaan itu mungkin di Nataru lebih banyak namun stok lebihnya sedikit sehingga terjadi lonjakan harga.

Baca Juga  Positif Terpapar Covid-19, Kadishub Bandarlampung Diminta Isolasi Mandiri

“Namun kita imbau kepada agen-agen untuk tidak menahan-nahan barang,” ungkap Adiansyah.

Ia menyatakan bahwa jelang Nataru untuk harga-harga tidak semuanya naik, akan tetapi memang ada beberapa item saja yang naik.

“Untuk itu kita mintakan kepada agen-agen dan yang produksi seperti ayam dan telur agar harganya pun bisa ditekan,” paparnya.

“Kalaupun naik tidak terlampau tinggi hanya menyesuaikan dengan harga produksi,” sambungnya.

Lanjut Adiansyah mengatakan pihaknya juga telah melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah agen-agen yang tersebar di pasar-pasar wilayah Bandar Lampung.

Pelaksanaan sidak sudah dilakukan mulai dari awal-awal Desember secara bertahap keliling dan melakukan imbauan.

Baca Juga  Sekolah Daring di Bandar Lampung Diperpanjang Hingga April 2021

“Kita lihat memang harga di pasar juga beda-beda. Seperti Pasar Smep itu kita lihat harganya dengan Pasar Pasir Gintung agak berbeda walaupun berseberangan posisinya,” katanya.

Kondisi tersebut dikarenakan di Pasar Smep untuk barang-barang ketika transportasi juga susah ke dalamnya karena ada tempat penampungan sementara itu.

“Jadi ongkos angkutnya lebih mahal sehingga harga di Pasar Smep lebih tinggi dibandingkan dengan pasar yang lain,” jelasnya.

Oleh karenanya, harga sebenarnya memang beda-beda di semua pasar dikarenakan tergantung dengan kondisinya.

“Kita lihat dan pantau harga perharinya masih kisaran naik 500-1000 seperti ayam dan telur. Namun kalau yang lainnya tidak terlalu kenaikannya,” ucapnya.

Baca Juga  Terkait Kerusakan Jembatan Pulau Pasaran, Herman HN: Akan Dilebarkan Empat Meter di 2021

Ia menambahkan bahwa kenaikan harga ini kemarin juga akibat pengaruh dari kemarau dan sekarang sudah masuk musim penghujan.

“Kita berharap kedepannya akan teratasi dengan banyaknya panen-panen di tingkat petani,” pungkasnya. (SA)

(Visited 30 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.