5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung – Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung mulai menyoroti ketersediaan minyak goreng curah yang langka terutama di pasar-pasar tradisional.
Menurut Wilson, Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, sebenarnya pada saat sebelum pencabutan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak curah di Bandar Lampung mendapatkan dropping dari PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) yang didistribusikan ke enam pasar dan satu pasar itu memperoleh sekitar 4-8 ton.
“Itu sudah berjalan tiga kali, tiba-tiba ketika ada kebijakan oleh Pemerintah Pusat HET yang kemasan dicabut, HET curah yang jalan otomatis kerjasama dengan PT PPI itu di-stop,” paparnya, Senin (4/4/2022).
“Jadi, kita tidak mendapatkan dropping lagi tinggal mengalir seperti distribusi biasa,” lanjut dia.
Namun karena kaitan ada dampak dari harga minyak goreng kemasan yang melambung tinggi, sambung Wilson, otomatis masyarakat beralih kepada minyak yang lebih rendah yaitu minyak curah.
“Hampir kejadian seperti kemarin minyak curah juga diborong. Jadi antara permintaan dengan suply yang ada, banyak permintaan dari pada suply tadi,” katanya.
Apabila semua beralih ke minyak goreng curah, maka terjadi permintaan yang banyak sementara stok berkurang dan memang juga suplai dari produsennya agak berkurang.
Oleh karena itu, pihaknya menegaskan bahwa untuk intervensi belum dapat dilakukan terkait dengan kondisi minyak curah tersebut.
Akan tetapi hasil koordinasi dengan pihak provinsi dan dinas perdagangan seluruh Lampung pemerintah tetap berkomitmen untuk mencarikan solusi untuk menyelesaikan permasalahan minyak goreng curah ini.
“Nah, jaga kestabilan minyak goreng curah ini sesuai arahan ibu wali kota kita pasang baner-baner terkait dengan HET minyak curah,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa memang di lapangan ada kenaikan sedikit dan tidak semuanya dijual Rp14.000 per liter.
Pasalnya, ketika pihaknya melakukan pemantauan ke lapangan itu disebabkan dari membelinya bukan ke distributor tapi ke agen-agen lain.
“Jadi sepanjang masih wajar kami hanya berikan peringatan sementara, dan kita beri sosialisasi bahwa penjualan HET minyak curah sudah ditetapkan pemerintah tidak boleh lebih dari Rp14.000 ribu per liter dan stok masih terbatas,” terangnya.
“Mudah-mudahan kondisi ini hanya sesaat dan bisa kembali normal,” pungkas Wilson. (SA)











