Dengan berbagai dampak dari abu vulkanik ini, diharapkan untuk menjadi lebih waspada saat terjadi erupsi pada gunung. Pastikan untuk menggunakan masker atau baju tertutup dan tidak mendekati area yang dikhawatirkan masih terselimuti oleh abu vulkanik.
Cara Meminimalisasi Hirup Abu Vulkanik
Sebagian abu diketahui dapat terbawa angin lebih jauh dan melayang di atmosfer hingga jarak puluhan ribu kilometer. Ukurannya yang sangat kecil membuat abu vulkanik mengambang di udara dan mengakibatkan hujan abu. Untuk meminimalisasi abu terhirup ke dalam tubuh, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yakni:
Saat berada di dalam rumah
Apabila sedang berada di dalam rumah ketika terjadi erupsi, ada baiknya untuk tidak keluar. Tutup rapat semua pintu dan jendela, lalu sebisa mungkin tutupi kulit agar tidak terkena abu dengan mengenakan kemeja lengan panjang dan celana panjang.
Selain berpakaian tertutup, pastikan juga untuk menggunakan kacamata agar tidak terkena debu. Jika abu terus turun, berlindung di dalam ruangan sudah tidak aman. Sebab, beratnya abu bisa meruntuhkan atap dan menghalangi masuknya udara. Untuk itu, selalu dengarkan saran dari BNPB untuk meninggalkan area.
Ketika berada di luar ruangan
Berada di luar ruangan saat erupsi terjadi tentu akan sangat berbahaya bagi tubuh dan kesehatan. Karena itu, pastikan untuk menggunakan perlengkapan, seperti respirator partikulat, seperti masker N95 agar abu tidak masuk ke saluran pernapasan.
Apabila tidak memiliki respirator partikulat, perlindungan diri bisa dilakukan dengan memakai masker debu sebagai upaya terakhir. Selain itu, hindari mengemudi saat hujan abu masih lebat sebab akan menimbulkan mesin tersumbat dan menghentikan laju kendaraan.
Demikian informasi terkait bahaya abu vulkanik bagi kesehatan dan cara tepat untuk meminimalisasi abu terhirup masuk ke saluran pernapasan. Ketika sudah mendapatkan peringatan bencana alam, seperti erupsi gunung, upayakan untuk segera mengungsikan diri, ya.





