KesehatanLifestyle

3 Bahaya Pakai Kuku Palsu Serta Tips Pencegahannya

×

3 Bahaya Pakai Kuku Palsu Serta Tips Pencegahannya

Sebarkan artikel ini
bahaya pakai kuku palsu
Ilustrasi Bahaya Pakai Kuku Palsu || Photo by Valuavitaly on Freepik || 5W1HINDONESIA.ID

5W1HINDONESIA.IDKESEHATAN – Bagi beberapa wanita, bahaya pakai kuku palsu belum diketahui padahal mungkin bisa mengancam kesehatan. Ya, kuku palsu sendiri memang bisa membuat penampilan jari-jari tangan menjadi lebih cantik dan menarik.

Namun, tak jarang terdapat sejumlah risiko akibat proses pemasangan kuku palsu. Nah, agar lebih paham mengenai bahaya yang mungkin terjadi akibat kuku palsu, yuk simak pembahasan selengkapnya berikut.

Bahaya Pakai Kuku Palsu yang Perlu Diketahui

Dilansir dari Webmd, proses pemasangan dan pelepasan kuku palsu yang melibatkan bahan kimia bisa merusak kesehatan kuku serta kulit di sekitarnya. Kuku palsu dapat dibedakan menjadi tiga jenis berdasarkan bahannya, yaitu akrilik, gel, dan silk. Beberapa masalah akibat kuku palsu, di antaranya

1. Kerusakan pada kuku

Salah satu bahaya yang mungkin terjadi akibat pemakaian kuku palsu adalah kuku asli menjadi rusak. Perlu diketahui, proses pemasangan kuku akrilik biasanya dilakukan dengan mengikir kuku asli. Selanjutnya, kuku akan dilapisi oleh bahan kimia dan proses tersebut bisa mengakibatkan kuku menjadi tipis.

Untuk melepasnya, kuku akan direndam dalam cairan aseton selama 10 menit atau lebih. Paparan bahan kimia inilah yang membuat lapisan kuku menjadi kering. Singkatnya, pemakaian kuku tiruan dapat menjadikan kuku lebih tipis, rapuh, dan kering.

2. Reaksi alergi

Pada orang dengan kulit sensitif, pemakaian kuku palsu kemungkinan bisa menimbulkan reaksi alergi. Gejala alergi yang akan dirasakan, seperti kuku memerah, gatal, hingga mengalami pembengkakan. Jika hal ini terjadi, maka perawatan kuku secara medis harus segera dilakukan.

3. Infeksi kuku

Meski jarang terjadi, risiko infeksi pada kuku bisa meningkat saat menggunakan kuku palsu. Sebab, pemakaian kuku akrilik dapat mengakibatkan munculnya celah kuku. Area ini sangat mudah lembap sehingga memungkinkan bakteri dan jamur berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *