5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung memperketat pengawasan terhadap penyebaran penyakit menular di awal tahun 2026. Hingga awal Maret, tercatat sebanyak 33 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) ditemukan di wilayah ini, disusul dengan peningkatan kewaspadaan terhadap ratusan kasus suspek campak.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, menyatakan bahwa meski angka DBD mencapai puluhan kasus, situasi masih terkendali dan berada di bawah rata-rata nasional.
“Hingga saat ini tidak ditemukan kasus kematian akibat DBD. Penyakit ini memang musiman, terutama saat intensitas hujan meningkat,” ujar Muhtadi, Senin (2/3/2026).
Pemetaan Wilayah: 68 Kelurahan Masuk Zona Endemis
Dinkes telah melakukan pemetaan terhadap 126 kelurahan di Bandar Lampung untuk menentukan strategi penanganan yang tepat. Hasilnya menunjukkan sebaran kasus yang bervariasi:
-
68 Kelurahan: Kategori Endemis (rutin ditemukan kasus).
-
55 Kelurahan: Kategori Sporadis (kasus muncul tidak menentu).
-
3 Kelurahan: Bebas Kasus (nihil kasus dalam tiga tahun terakhir).
Muhtadi menegaskan, tiga kelurahan yang bebas kasus tersebut akan menjadi model percontohan untuk mempelajari pola pencegahan yang berhasil diterapkan oleh warga setempat.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah kota mengandalkan gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mengubur) serta penggunaan serbuk abate. Fokus utama saat ini adalah pemberdayaan ribuan kader juru pemantau jentik (Jumantik).
“Kami terus mengedukasi masyarakat melalui kader jumantik dan puskesmas agar aktif memantau jentik nyamuk di rumah masing-masing. Jika pencegahan optimal, wilayah endemis bisa bergeser menjadi sporadis atau bahkan bebas kasus,” tambahnya.
Alarm Kewaspadaan: 169 Suspek Campak Terdeteksi
Selain DBD, Dinkes Bandar Lampung kini tengah menyoroti potensi lonjakan penyakit campak yang menjadi perhatian nasional. Data terbaru menunjukkan adanya temuan kasus suspek yang cukup signifikan:
-
Puskesmas: 51 kasus suspek.
-
Rumah Sakit: 169 kasus suspek.
“Seluruhnya masih kategori suspek karena kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium resmi. Namun, semua pasien sudah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan,” jelas Muhtadi.
Langkah Antisipasi Pemerintah
Menindaklanjuti instruksi nasional, Pemkot Bandar Lampung sedang menyiapkan Surat Edaran (SE) guna meningkatkan kewaspadaan di seluruh lapisan masyarakat. Orang tua diimbau segera membawa anak ke puskesmas jika ditemukan gejala demam disertai ruam, serta memastikan imunisasi dasar lengkap.
Dinkes berharap kolaborasi kuat antara tenaga kesehatan dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dapat menekan angka penyebaran penyakit menular di Kota Tapis Berseri.





